loading…
Ilmuwan China Ciptakan Baterai Nuklir. FOTO/ Viet
Didukung oleh isotop karbon-14, yang memiliki waktu paruh 5.730 tahun, baterai ini mampu menyediakan energi berkelanjutan selama ribuan tahun.
Teknologi yang disebut Qianjiyuan Tianshu ini dikembangkan melalui kolaborasi antara Universitas Normal Barat Laut dan Teknologi Zhulong Gansu.
Inovasi ini memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan perangkat penting pada metode pengisian daya konvensional.
Baterai berukuran 16,8 sentimeter kubik ini menggabungkan isotop karbon-14 dan material silikon karbida untuk menghasilkan listrik.
Sistem ini menyalurkan partikel beta dari peluruhan radioaktif karbon-14 dengan aktivitas 129 milicurie ke dalam semikonduktor silikon karbida.
Proses ini merangsang produksi elektron, yang menghasilkan arus hubung singkat sebesar 0,713 mikroampere (µA) dan tegangan rangkaian terbuka sebesar 2,06 V.
Model Qianjiyuan Tianshu adalah versi yang ditingkatkan dari prototipe sebelumnya, Zhulong-1, yang diperkenalkan pada November 2024.
Teknologi baterai sering menjadi perhatian dalam industri modern, terutama dalam konteks kebutuhan energi berkelanjutan. Dengan peningkatan kebutuhan untuk alat-alat yang lebih efisien, inovasi dalam pengembangan sumber daya energi seperti baterai menjadi sangat relevan.
Pemakaian baterai nuklir diharapkan membawa dampak signifikan bagi berbagai sektor. Tidak hanya untuk aplikasi medis, tetapi juga untuk teknologi luar angkasa dan perangkat lain yang memerlukan energi dalam jangka panjang.
Inovasi Baterai Nuklir dan Dampaknya pada Teknologi
Inovasi baterai nuklir kompak menawarkan alternatif menarik untuk metode penyimpanan energi yang ada saat ini. Dengan kemampuan bertahan hingga ribuan tahun, teknologi ini memiliki potensi untuk mengubah paradigman penggunaan energi secara global.
Dari segi teknologi, penggabungan isotop karbon-14 dengan silikon karbida memperlihatkan kemajuan yang signifikan. Penggunaan peluruhan alfa sebagai sumber energi yang dapat digunakan merupakan pendekatan yang sangat inovatif.
Baterai ini juga menghasilkan arus dan tegangan yang cukup untuk aplikasi praktis. Dengan arus hubung singkat 0,713 mikroampere dan tegangan 2,06 V, sistem ini memberikan solusi yang efisien untuk kebutuhan energi dalam skala kecil.
Potensi Baterai Nuklir dalam Berbagai Sektor
Potensi baterai nuklir ini tidak terbatas pada satu sektor saja. Dalam dunia medis, baterai nuklir dapat digunakan untuk alat-alat seperti pacemaker yang memerlukan daya tahan lama.
Selain di dunia medis, aplikasi di luar angkasa juga menjadi salah satu fokus utama. Misi-misi luar angkasa yang membutuhkan pasokan energi berkelanjutan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun akan sangat terbantu oleh teknologi ini.
Dengan pengurangan ketergantungan pada sumber daya pengisian konvensional, baterai ini juga dapat membawa efek positif terhadap lingkungan. Menyediakan pilihan yang lebih ramah lingkungan dan efisien menjadi salah satu fokus utama pengembangan teknologi saat ini.
Tantangan yang Dihadapi dalam Pengembangan Baterai Nuklir
Meskipun berpotensi besar, pengembangan baterai nuklir juga menghadapi tantangan tersendiri. Salah satu tantangan utama adalah keamanan dalam penggunaan isotop radioaktif.
Isotop karbon-14, meskipun relatif aman, masih memerlukan pengelolaan yang hati-hati untuk mencegah risiko bagi pengguna. Pengembangan protokol keselamatan yang tepat menjadi hal krusial dalam implementasi teknologi ini.
Sebagai tambahan, informasi dan edukasi tentang penggunaan baterai nuklir perlu ditingkatkan. Kesadaran masyarakat terkait penggunaan dan manfaat teknologi ini akan menjadi kunci untuk keberhasilan penerapannya di lapangan.

