loading…
Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan. Foto/Kemendikdasmen.
JAKARTA – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 masih berlangsung selama 5 hari. Kemendikdasmen pun akan memastikan implementasinya di lapangan berjalan optimal sesuai regulasi.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menekankan pentingnya membangun ekosistem pembelajaran yang tidak sekadar formal, melainkan mampu merangkul murid seperti layaknya rumah kedua bagi mereka. Fajar mengingatkan bahwa pembiasaan positif di sekolah akan menjadi pondasi utama yang menentukan keberlanjutan masa depan para pelajar.
Hal ini ia sampaikan dalam kunjungan langsung meninjau MPLS di SMA Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan pada hari Senin, 13 Juli 2026.
Baca juga: Mendikdasmen Kunjungi SDN Srengseng Sawah 15 Pascateror Bom, Pastikan MPLS Tetap Aman
”Kita tekankan bahwa sekolah itu harus menjadi rumah kedua buat anak-anak kita. Karena kan prinsip dasarnya bagaimana sekolah itu menjadi ekosistem pembelajaran yang ramah, inklusif, dan juga mendorong pertumbuhan anak secara alamiah,” katanya, melalui siaran pers, Rabu, 15 Juli 2026.
Selain aspek kenyamanan, Fajar mengapresiasi konsistensi sekolah dalam membangun kapasitas kepemimpinan bagi para murid sejak awal masuk sekolah. Menurutnya, pembentukan karakter pemimpin yang berlandaskan nilai Pancasila dan berdaya saing global di sekolah ini patut menjadi contoh baik bagi instansi pendidikan lainnya.
Baca juga: Dilengkapi Berbagai Fasilitas, Gedung Sekolah Rakyat Siap Difungsikan untuk MPLS
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan fase krusial yang harus dilalui oleh murid baru. Selama lima hari pelaksanaan, para siswa akan beradaptasi dengan lingkungan sekolah mereka, baik fisik maupun sosial. Proses ini bukan hanya mengenai penyesuaian akademis, tetapi juga membangun hubungan sosial yang positif antar siswa.
Salah satu tujuan utama dari MPLS adalah menciptakan rasa nyaman di lingkungan baru. Melalui berbagai kegiatan, siswa didorong untuk berinteraksi dan membangun ikatan dengan teman sekelas, sehingga mereka merasa lebih diterima dan mampu menunjukkan potensi dirinya di dalam komunitas yang baru.
Pentingnya MPLS dalam Membangun Karakter Sekolah
Selama MPLS, kegiatan dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai yang dipegang oleh sekolah. Hal ini termasuk etika, tanggung jawab, dan kerjasama. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan dapat menyerap nilai-nilai tersebut dan mengintegrasikannya ke dalam perilaku sehari-hari mereka.
Pendidikan karakter merupakan salah satu fokus utama dalam konteks MPLS. Dengan penanaman nilai yang benar sejak dini, siswa akan terbiasa berperilaku baik dan membangun interaksi yang positif dalam kehidupan mereka di sekolah.
Kegiatan MPLS juga dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam keputusan yang berkaitan dengan kehidupan sekolah. Hal ini mendorong rasa memiliki dan tanggung jawab di kalangan siswa terhadap komunitas sekolah mereka.
Peran Pihak Sekolah Dalam MPLS
Peran guru dan tenaga kependidikan sangat vital dalam proses MPLS. Para pendidik tidak hanya berfungsi sebagai instruktur, tetapi sekaligus sebagai pembimbing yang membangun suasana kondusif bagi siswa baru. Melalui interaksi yang baik, mereka dapat mengatasi berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi oleh siswa baru.
Setiap aktivitas dalam MPLS dikontrol untuk memastikan tidak ada aksi perpeloncoan yang terjadi. Keselamatan dan kenyamanan siswa adalah prioritas utama, sehingga setiap kegiatan harus dikaji agar sesuai dengan prinsip inklusivitas.
Pelibatan orang tua juga menjadi aspek penting dalam MPLS. Dengan adanya komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua, harapan untuk membangun ekosistem belajar yang positif dapat terwujud.
Menjaga Kualitas MPLS untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Standar kualitas dalam pelaksanaan MPLS perlu dijaga agar hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Sekolah diharapkan terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam program MPLS mereka agar dapat memenuhi harapan semua pihak.
Keterlibatan murid dalam merancang kegiatan MPLS juga perlu jadi perhatian. Dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpartisipasi, akan terbentuk rasa kepemilikan dan tanggung jawab yang lebih tinggi terhadap kegiatan yang berlangsung.
Evaluasi pascaprogram MPLS penting dilakukan untuk menilai efektivitas kegiatan yang telah dilaksanakan. Hasil dari evaluasi ini akan memberikan masukan berharga untuk peningkatan kualitas di tahun-tahun berikutnya.

