loading…
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau mengalami kenaikan pada perdagangan awal pekan, Senin (3/8/2026). Berdasarkan situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam naik Rp7.000 per gram menjadi Rp2.610.000 per gram dari sebelumnya Rp2.603.000 per gram.
Kenaikan juga terjadi pada harga beli kembali (buyback) sebesar Rp11.000 menjadi Rp2.379.000 per gram. Dalam ketentuan perpajakan yang berlaku, pembelian emas batangan dengan ukuran 1 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram) dikenakan potongan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.
Sementara itu, transaksi penjualan kembali (buyback) emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5% bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3% bagi non-NPWP. PPh tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback yang diterima pelanggan.
Baca Juga: Simak Prediksi Harga Emas Pekan Depan, Peluang Jual atau Beli?
Untuk ukuran terkecil, emas Antam pecahan 0,5 gram dibanderol Rp1.355.500, sedangkan pecahan 1 gram dijual seharga Rp2.610.000. Selanjutnya emas ukuran 2 gram dipasarkan dengan harga Rp5.170.000, sementara ukuran 3 gram dijual Rp7.737.000.
Emas tidak hanya menjadi simbol status, tetapi juga merupakan investasi yang semakin diminati. Kenaikan harga emas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti inflasi, kejadian ekonomi global, dan permintaan pasar. Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu, banyak orang beralih ke emas sebagai bentuk perlindungan aset.
Penting untuk memahami bahwa harga emas dapat berfluktuasi secara signifikan. Pergerakan nilai emas ini dapat diprediksi, meskipun tidak selalu dengan akurat. Oleh karena itu, analisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga emas dapat membantu para investor dan pembeli untuk membuat keputusan yang lebih bijak.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Emas
Terdapat sejumlah aspek yang dapat mempengaruhi pergerakan harga emas. Salah satu yang paling signifikan adalah kehadiran inflasi yang tinggi. Ketika inflasi meningkat, nilai mata uang cenderung menurun, membuat emas sebagai alternatif yang lebih disukai untuk menyimpan nilai.
Selain inflasi, ketidakpastian politik dan ekonomi di berbagai belahan dunia juga dapat meningkatkan daya tarik investasi emas. Gejolak politik sering kali mendorong investor beralih ke emas, yang dipandang sebagai aset yang lebih aman dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya.
Permintaan global dari industri perhiasan dan pemakaian emas juga berperan dalam menentukan harga. Negara seperti India dan Tiongkok merupakan konsumen utama emas, sehingga perubahan permintaan dari negara-negara ini bisa langsung berdampak pada harga emas internasional.
Pentingnya Memahami Pajak pada Emas Batangan
Pembelian emas batangan tidak terlepas dari ketentuan perpajakan yang berlaku. Mengetahui aturan pajak dapat membantu pembeli memahami biaya tambahan yang mungkin timbul saat berinvestasi dalam emas. Misalnya, pajak yang dikenakan pada transaksi buyback bisa berbeda tergantung pada pemilik NPWP atau tidak.
Aturan mengenai pajak juga dapat mempengaruhi keputusan untuk membeli atau menjual emas. Dalam beberapa kasus, pemahaman yang kurang mengenai pajak dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi investor. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempertimbangkan aspek-aspek tersebut sebelum melakukan transaksi.
Sebagai langkah awal, calon pembeli disarankan untuk mengecek peraturan terkini dan memahami semua potongan yang mungkin berlaku. Dengan cara ini, mereka bisa lebih siap menghadapi konsekuensi finansial dari keputusan investasi yang diambil.
Strategi Investasi Emas yang Efektif
Berinvestasi dalam emas memerlukan strategi yang matang untuk memaksimalkan keuntungan. Salah satu cara adalah dengan membeli emas pada saat harga rendah. Memantau tren pasar secara rutin dapat membantu investor menentukan waktu terbaik untuk melakukan pembelian.
Pembelian emas dalam jumlah kecil secara berkala juga merupakan strategi yang sering dianjurkan. Dari segi psikologis, melakukan pembelian yang lebih kecil dapat mengurangi risiko kehilangan besar sekaligus. Ini juga memungkinkan investor untuk beradaptasi dengan fluktuasi harga yang tidak terduga.
Penting untuk terus memperbarui informasi mengenai tren harga serta kondisi ekonomi global. Dengan mengetahui situasi terkini, investor dapat menyesuaikan strategi investasi dan mengambil tindakan yang tepat pada waktu yang tepat.

