slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Otomotif · October 3, 2025

Penjualan Mobil Turun pada Kuartal III 2025, Geely Meningkat Hampir 2 Kali Lipat

Penjualan BYD Group dalam kuartal ketiga tahun 2025 mengalami penurunan signifikan. Ini merupakan kali pertama sejak tahun 2020 penjualan brand otomotif asal Tiongkok itu mencatat hasil negatif, yang tentunya mengundang perhatian para analis industri.

Data terbaru menunjukkan bahwa pada periode ini, penjualan BYD hanya mencapai 1.105.591 unit, yang berarti turun sebesar 2,1 persen dibandingkan tahun lalu. Ini merupakan indikator awal bahwa persaingan di pasar kendaraan listrik semakin ketat dan dinamis.

Sementara itu, Geely, pesaing terdekat BYD, justru melaporkan kinerja sebaliknya. Penjualan mereka meningkat hampir dua kali lipat, dengan pertumbuhan sebesar 96,2 persen yang menunjukkan kekuatan dan strategi mereka dalam bertahan di pasar yang kompetitif ini.

Dalam laporan bulan September 2025, BYD mengumumkan penjualan sebanyak 393.060 unit. Penurunan ini tercatat sebesar 5,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi BYD semakin mengintensif.

Penyebab utama dari penurunan ini adalah kurangnya permintaan untuk kendaraan hybrid plug-in vehicle (PHEV). Segmen ini mengalami penurunan tajam, dengan penjualan menurun sebanyak 25,6 persen menjadi 188.010 unit, dan sudah terjadi penurunan selama enam bulan berturut-turut.

Di sisi lain, terdapat beberapa aspek positif dari kinerja BYD yang perlu dicatat. Misalnya, penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) mereka mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebesar 24,3 persen, menjadi 205.050 unit, menunjukkan adanya permintaan yang cukup kuat di segmen ini.

Penyebab Utama Penurunan Penjualan Kendaraan BYD

Salah satu faktor penting yang mempengaruhi penjualan BYD adalah perubahan preferensi konsumen. Banyak konsumen saat ini lebih memilih kendaraan berbasis baterai yang ramah lingkungan dibandingkan dengan PHEV yang lebih tradisional.

Kondisi pasar yang sedang bertransisi juga berkontribusi terhadap penurunan penjualan PHEV. Hal ini membuat BYD perlu mengevaluasi strategi pemasaran dan penawaran produk mereka untuk menarik kembali minat konsumen.

Selain itu, semakin banyaknya pesaing di segmen kendaraan listrik juga menjadi tantangan tersendiri bagi BYD. Merek-merek baru dengan inovasi dan teknologi yang canggih masuk ke pasar, sehingga menarik perhatian konsumen yang lebih muda dan lebih sadar lingkungan.

Tak hanya itu, perekonomian global yang tidak stabil juga menjadi faktor yang mempengaruhi daya beli masyarakat. Dalam situasi seperti ini, konsumen lebih berhati-hati dalam melakukan investasi besar seperti membeli kendaraan baru.

Perbandingan dengan Pesaing di Pasar Kendaraan Listrik

Saat melihat performa pesaing, Geely jelas menunjukkan tren pertumbuhan yang mengesankan. Dengan meningkatnya penjualan hampir dua kali lipat, Geely berusaha mendiversifikasi produk dan memperluas jangkauan pasar mereka.

Pihak Geely telah menginvestasikan banyak sumber daya untuk pengembangan teknologi baru. Hal ini terbukti efektif dalam menarik minat konsumen, terutama yang mencari inovasi dan kenyamanan dalam kendaraan elektrik mereka.

Selain Geely, merek lain seperti Tesla dan NIO juga terus menambah pangsa pasar mereka. Kedua perusahaan tersebut fokus pada teknologi canggih dan memiliki basis pelanggan yang setia, yang berkontribusi pada kekuatan mereka di pasar global.

Peningkatan kompetisi ini memaksa BYD untuk lebih inovatif dan responsif terhadap kebutuhan pasar. Mereka perlu merevitalisasi produk dan strategi pemasaran agar tetap relevan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Strategi BYD untuk Meningkatkan Penjualan di Masa Depan

BYD berkomitmen untuk terus mengembangkan segmen kendaraan listrik berbasis baterai. Pertumbuhan 24,3 persen pada segmen ini menunjukkan bahwa mereka memiliki landasan yang kuat untuk meningkatkan penjualan ke depannya.

Inovasi produk menjadi salah satu fokus utama. Dengan meluncurkan model baru yang lebih efisien dan ramah lingkungan, BYD berharap dapat menarik kembali minat konsumen yang berpaling dari PHEV.

Selain itu, memperkuat jaringan layanan purna jual dan dukungan pelanggan juga menjadi penting. Konsumen yang merasa puas dengan layanan purna jual cenderung memberikan rekomendasi positif kepada orang lain, sehingga meningkatkan citra merek.

BYD juga perlu memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran. Menggunakan platform online untuk mempromosikan produk mereka dapat menjangkau lebih banyak konsumen secara efektif.

Dengan langkah-langkah strategis tersebut, BYD berupaya untuk mempertahankan posisinya di pasar otomotif dunia. Kinerja positif dalam segmen BEV merupakan sinyal bahwa mereka masih memiliki potensi untuk bangkit dari keterpurukan ini.