Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menyatakan bahwa latihan Super Garuda Shield 2026 sangat signifikan dalam menegaskan posisi geopolitik Indonesia. Latihan ini bukan hanya melibatkan TNI, tetapi juga Angkatan Bersenjata Amerika Serikat dan 13 negara lain, menunjukkan kerjasama internasional yang kuat.
Dalam konteks hubungan internasional, latihan ini menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kemampuan taktis dan strategi yang dimiliki oleh TNI. Keterlibatan multinasional ini menciptakan rasa saling percaya antara negara-negara peserta, yang sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan global saat ini.
Latihan ini dibuka secara resmi di Sekolah Staf dan Komando TNI di Bandung, Jawa Barat, pada Senin, 31 Agustus 2026. Dengan melibatkan ribuan pasukan dari 21 negara, acara ini berfungsi sebagai penegasan komitmen Indonesia terhadap kebijakan luar negeri yang independen dan aktif di kawasan Indo-Pasifik.
Pentingnya Latihan Super Garuda Shield dalam Konteks Geopolitik Indonesia
Latihan Super Garuda Shield bukanlah sekadar latihan militer biasa, tetapi menjadi bagian integral dari strategi pertahanan Indonesia. Hal ini menciptakan sinergi yang kuat untuk menghadapi ancaman yang mungkin timbul di kawasan tersebut.
Dalam pandangan Kertopati, latihan ini juga memberi dampak positif pada hubungan diplomatik antara Indonesia dan negara-negara peserta lainnya. Dengan meningkatnya kepercayaan yang terjalin, kolaborasi dalam aspek pertahanan akan semakin solid.
Penguatan posisi Indonesia di mata dunia internasional melalui latihan semacam ini sangat strategis. Pasalnya, situasi politik dan militer global terus berubah, dan Indonesia perlu beradaptasi serta memanfaatkan kesempatan yang ada untuk memperkuat kemitraan.
Kerjasama Multinasional dan Peran TNI dalam Latihan
Kehadiran 21 negara dalam latihan ini menunjukkan keseriusan dalam menciptakan kerjasama militer yang lebih komprehensif. Setiap negara membawa keahlian dan pengalaman masing-masing, memperkaya dinamika latihan.
TNI juga memperoleh manfaat besar dari partisipasi ini, baik dalam hal pengayaan taktik maupun penguasaan teknologi terkini. Kesempatan untuk berlatih bersama pasukan asing menjadi pengalaman yang berharga bagi prajurit kita.
Latihan bersama dengan negara lain juga memberikan pandangan yang lebih luas mengenai taktik dan strategi yang digunakan oleh angkatan bersenjata global. TNI bisa belajar dan mengadopsi metode terbaik untuk meningkatkan efektivitas operasionalnya.
Pentingnya Penegasan Kebijakan Luar Negeri yang Bebas Aktif
Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menekankan bahwa keikutsertaan dalam latihan ini tidak berarti Indonesia terjebak dalam komitmen pertahanan kolektif. Kebijakan luar negeri bebas aktif tetap menjadi pedoman, yang harus dipegang teguh.
Mantannya anggota Komisi I DPR ini berpendapat bahwa ketegasan ini menjadi penting untuk menjaga kedaulatan dan integritas nasional. Indonesia harus mampu bersikap netral dan tidak terpengaruh oleh aliansi kekuatan tertentu.
Penciptaan suasana kondusif di kawasan Indo-Pasifik menjadi salah satu fokus utama. Dengan mengedepankan dialog dan kerjasama, Indonesia berusaha menjaga stabilitas dan perdamaian di wilayah yang semakin kompleks ini.

