loading…
Alexandr Wang mendorong anak muda untuk belajar Vibe-coding. Foto/X/@thefernandocz
Alexandr Wang, seorang miliarder muda dan Chief AI Officer di Meta, baru-baru ini mencuat ke permukaan berkat pandangannya yang brilian terkait perkembangan teknologi. Melalui wawancara yang mendalam, ia mengemukakan pentingnya belajar tentang vibe-coding, sebuah metode yang memungkinkan AI untuk menulis kode melalui instruksi dalam bahasa sehari-hari.
Dalam industri yang semakin dipengaruhi oleh kecerdasan buatan, pemahaman tentang bagaimana memanfaatkan teknologi ini menjadi sangat krusial. Wang percaya bahwa dalam waktu lima tahun ke depan, kemampuan AI untuk menghasilkan kode akan semakin masif, mencakup bahkan kode yang pernah ia tulis sendiri.
Pentingnya Memahami Vibe-Coding di Era AI Modern
Vibe-coding telah menjadi tren baru di kalangan pengembang dan non-pengembang. Wang sangat merekomendasikan para remaja untuk segera mengambil langkah dalam mempelajari metode ini. Ia menekankan bahwa alat-alat pengodean berbasis AI seperti Replit dan Cursor dapat membantu siapa saja, walaupun tanpa latar belakang teknis, untuk membuat aplikasi dan situs web.
Di perusahaan-perusahaan teknologi besar, AI kini berkontribusi hingga 30% dari total kode yang ditulis untuk berbagai proyek. Hal ini menunjukkan seberapa besar peran AI dalam mengubah cara kerja di sektor teknologi saat ini.
Dalam siniar TBPN yang tayang awal bulan ini, Wang berbagi pandangannya tentang bagaimana generasi muda harus bersiap menghadapi perubahan ini. Ia mengajak anak-anak muda untuk menjadikan vibe-coding sebagai bagian dari gaya hidup mereka, mengingat pentingnya keterampilan ini untuk masa depan mereka.
Alexandr Wang dan Perjalanannya Menuju Kesuksesan
Wang adalah sosok yang tidak asing dengan dunia teknologi. Ia mengawali kariernya setelah keluar dari MIT pada tahun pertamanya dan kemudian mendirikan Scale AI, sebuah startup yang berfokus pada pelabelan data untuk pelatihan AI. Dalam hampir satu dekade kepemimpinannya di perusahaan tersebut, Wang berhasil membawa Scale AI menjadi salah satu pemain utama di industri ini.
Dari keberhasilan tersebut, ia dinyatakan sebagai miliarder mandiri termuda di dunia dengan kekayaan bersih sekitar USD2 miliar. Kesuksesannya merupakan bukti nyata bagaimana ketekunan dan kecerdasan dapat membuahkan hasil yang luar biasa di era digital yang terus berkembang.
Pandangan Wang tentang pentingnya vibe-coding bukan sekadar teori belaka. Ia benar-benar mengajak generasi muda untuk menyelami dunia teknologi, tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pengembang. Maka, tidak heran jika dia berpesan agar remaja menghabiskan “seluruh waktu mereka” untuk mempelajari alat pengodean berbasis AI.
Mendorong Generasi Muda untuk Menguasai Kode
Dalam wawancaranya, Wang mengungkapkan bahwa dengan menghabiskan sekitar 10.000 jam untuk berlatih vibe-coding, remaja dapat meraih keuntungan yang sangat besar. Angka tersebut menggambarkan dedikasi yang diperlukan untuk menjadi ahli di bidang ini, terutama di tengah pesatnya kemajuan teknologi.
Dengan semakin banyaknya alat yang memungkinkan coding menjadi lebih mudah, tidak ada alasan bagi anak muda untuk menunda belajar. Hal ini juga bertepatan dengan semakin banyaknya perusahaan yang mencari talenta di bidang pengkodean dan pengembangan produk yang memanfaatkan kecerdasan buatan.
Masyarakat juga mulai terbuka terhadap perubahan ini. CEO Google, Sundar Pichai, bahkan mengakui bahwa ia menggunakan metode vibe-coding untuk membuat halaman web. Ini menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pemrograman bukan lagi sebuah konsep yang jauh dari jangkauan, tetapi telah menjadi nyata dan hadir di berbagai sektor.

