loading…
Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menjalani uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026). Foto: Achmad Al Fiqri
Calon tunggal Kapolri Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa Polri tidak akan mengambil alih fungsi kementerian atau lembaga negara lain jika diberi amanah memimpin Korps Bhayangkara. Dalam pandangannya, Polri memiliki peran vital dalam menjaga ruang aman bagi pembangunan serta memastikan kepastian hukum dan perlindungan masyarakat.
Hal ini diungkapkan oleh Suyudi saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri di depan Komisi III DPR RI. Dia mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai doktrin kepemimpinan dan arahan transformasi Polri ke depan.
Menurut Suyudi, visi Indonesia Emas 2045 menuntut adanya transformasi di berbagai bidang. Hal ini perlu dilakukan, terutama dalam aspek sosial, ekonomi, tata kelola, supremasi hukum, stabilitas, serta ketahanan sosial budaya dan ekologi.
Beberapa agenda dalam Asta Cita juga berkaitan erat dengan tugas utama Polri. Ini termasuk reformasi politik, hukum, birokrasi, serta upaya pemberantasan korupsi dan penyalahgunaan narkotika yang semakin marak.
Suyudi juga menekankan pentingnya penguatan keamanan nasional. Dalam hal ini, Polri harus berfungsi sebagai penjamin keamanan yang dapat memberikan rasa nyaman bagi seluruh masyarakat.
Peran Strategis Polri dalam Pembangunan Nasional
Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa peran Polri sangat strategis dalam konteks pembangunan nasional. Dengan adanya keamanan yang terjaga, berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan lancar. Masyarakat pun merasa lebih aman untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi.
Di samping itu, Suyudi percaya bahwa keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan sangat diperlukan. Hal ini sejalan dengan tema “Polisi Bersama Masyarakat” yang ia usung, di mana kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Dalam paparannya, Suyudi juga menyentuh isu-isu terkini yang dihadapi oleh Polri. Misalnya, tingginya tingkat kejahatan yang berkaitan dengan narkoba dan korupsi memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Oleh karena itu, penegakan hukum yang tegas menjadi salah satu fokus utama kedepannya.
Ia juga menekankan perlunya transparansi dalam setiap tindakan kepolisian. Keterbukaan informasi kepada publik dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Tanpa adanya kepercayaan, sulit untuk membangun sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat.
Transformasi ini tidak hanya terbatas pada aspek internal Polri tetapi juga mencakup bagaimana Polri berinteraksi dengan masyarakat. Oleh sebab itu, pelatihan bagi anggota Polri tentang hubungan masyarakat menjadi sangat penting.
Reformasi dan Penguatan Polri ke Depan
Dalam kesempatan tersebut, Suyudi menegaskan bahwa reformasi internal Polri tidak bisa ditunda. Sudah saatnya setiap elemen di dalam institusi ini melakukan evaluasi dan perbaikan. Hal ini penting agar Polri dapat menjadi lembaga yang lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia di tubuh Polri. Anggota Polri perlu dilengkapi dengan kompetensi yang memadai agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Pelatihan berkelanjutan menjadi salah satu solusi untuk mencapai tujuan tersebut.
Suyudi berkomitmen untuk memberantas segala bentuk praktek korupsi di institusi kepolisian. Ini merupakan langkah penting untuk membangun kembali kepercayaan publik. Dengan melakukan pembersihan di internal, diharapkan Polri akan lebih mampu menjalankan fungsinya dengan baik.
Tidak hanya itu, Suyudi juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan. Kesadaran masyarakat dalam melaporkan tindak kejahatan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam meningkatkan keamanan di lingkungan masing-masing.
Dari perspektif hukum, Suyudi berharap agar Polri dapat lebih proaktif dalam melakukan pencegahan. Menangani masalah sebelum menjadi krisis adalah langkah yang lebih baik dibandingkan merespon setelah kejadian terjadi.
Membangun Kolaborasi dengan Masyarakat untuk Keamanan Bersama
Suyudi Ario Seto mencanangkan kolaborasi antara Polri dan masyarakat sebagai prioritas utama. Dia yakin bahwa dampak positif dari kolaborasi ini akan sangat besar bagi kemajuan keamanan di Indonesia. Masyarakat yang terlibat aktif dalam menjaga keamanan rumah dan lingkungannya akan dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
Partisipasi masyarakat tidak hanya terbatas pada kegiatan pengawasan. Suyudi mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam sejumlah program sosial yang digagas oleh Polri. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk membangun kedekatan antara Polri dan warga.
Lebih jauh, Suyudi berharap agar Polri dapat menjadi role model dalam hal keterbukaan dan inklusivitas. Hal ini penting untuk menciptakan dialog yang konstruktif antara kepolisian dan masyarakat. Hanya dengan cara tersebut, kita bisa menciptakan satu kesatuan dalam menjaga keamanan.
Ke depannya, Polri harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Di era digital ini, kebutuhan akan sistem keamanan yang berbasis teknologi menjadi semakin mendesak. Oleh karena itu, pelatihan dan pemahaman teknologi bagi anggota Polri menjadi prioritas.
Dengan demikian, upaya untuk menciptakan keamanan yang lebih baik tidak hanya terfokus pada tindak penegakan hukum, tetapi juga pada della luar jangka panjang yang lebih konstruktif.

