loading…
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Foto/anadolu
JAKARTA – Konsepsi pandangan masyarakat terhadap negara lain sering kali dipengaruhi oleh faktor politik dan sejarah. Baru-baru ini, hasil survei menunjukkan bahwa Indonesia memiliki salah satu pandangan paling negatif terhadap Israel, menempatkan negara ini di posisi keempat secara global dalam kategori tersebut.
Dari data terbaru yang dirilis oleh Pew Research Center, sebanyak 86 persen orang dewasa di Indonesia mengungkapkan pandangan yang tidak menguntungkan terhadap Israel. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen negatif ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga meluas ke negara-negara lain.
Survei ini melibatkan sekitar 44.657 orang dari 36 negara dan dilaksanakan dari 8 Februari hingga 13 Mei 2026. Banyak wawancara dilakukan setelah Amerika Serikat bersama Israel meluncurkan kampanye militer ke Iran pada akhir Februari, yang jelas memengaruhi persepsi banyak orang.
Data Survei Pew Research Center dan Posisi Negara Lain
Melihat hasil survei ini, terlihat bahwa Indonesia bukanlah satu-satunya negara dengan pandangan negatif terhadap Israel. Dalam daftar tersebut, Turki berada di peringkat teratas dengan 97 persen responden tidak setuju dengan kebijakan Israel.
Peringkat ini diikuti oleh Pakistan dengan 95 persen, serta Malaysia yang mencatatkan 89 persen. Hal ini memberikan gambaran bahwa ketidakpuasan terhadap Israel tampaknya menjadi isu global yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat di negara-negara Muslim.
Survei yang dilakukan oleh Pew Research Center bertujuan untuk mengukur sikap dan pendapat publik terhadap isu-isu global, termasuk hubungan antar negara. Hasil survei ini menggambarkan bagaimana peristiwa politik dan militer dapat memengaruhi persepsi publik dalam waktu yang relatif singkat.
Faktor Penyebab Pandangan Negatif Terhadap Israel
Terdapat sejumlah faktor yang menjelaskan mengapa banyak negara, termasuk Indonesia, memiliki pandangan negatif terhadap Israel. Salah satunya adalah konflik Israel-Palestina yang berlangsung telah menghasilkan banyak penderitaan dan ketidakadilan yang dirasakan oleh masyarakat internasional.
Berita-berita mengenai kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di wilayah tersebut semakin memperkuat sentimen negatif yang ada. Berbagai laporan yang dihasilkan oleh organisasi internasional sering kali memperlihatkan dampak buruk dari aksi militer Israel terhadap rakyat Palestina.
Selain faktor sejarah dan politik, pengaruh media sosial juga tidak dapat diabaikan. Informasi yang cepat dan sering kali menyakitkan mengenai konflik tersebut dapat menjangkau jutaan orang dalam waktu singkat dan menyebarkan pandangan yang merugikan terhadap Israel.
Perbandingan Antara Negara-Negara Yang Mengeluarkan Sentimen Negatif
Dengan melihat lebih jauh ke dalam data, kita bisa membandingkan Indonesia dengan negara-negara lain yang juga memiliki pandangan negatif terhadap Israel. Dalam survei, peringkat keempat yang ditempati Indonesia menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kesamaan pandangan dengan negara-negara seperti Jepang dan Australia, yang juga memiliki tingkat ketidakpuasan yang tinggi.
Namun, penting untuk dicatat bahwa meskipun protes dan dukungan terhadap Palestina banyak berdampak, tidak semua warga negara memiliki pandangan yang sama. Ada juga suara-suara yang lebih moderat dan pro-pendekatan diplomatik untuk menyelesaikan konflik.
Perbandingan antara negara-negara ini menggarisbawahi bagaimana berbagai faktor, baik itu sejarah lokal, politik luar negeri, maupun kondisi sosial ekonomi, dapat membentuk sikap publik yang berbeda terhadap isu yang sama.
Implikasi Pandangan Negatif Terhadap Hubungan Diplomatik
Sentimen negatif ini tentunya memiliki implikasi yang signifikan terhadap hubungan diplomatik Indonesia dengan Israel, serta negara-negara lain. Masyarakat yang memiliki pandangan kuat mengenai Israel dapat mempengaruhi kebijakan luar negeri negara tersebut.
Ketidakpuasan terhadap Israel juga dapat berdampak pada dialog interaksi antar negara, khususnya dalam forum-forum internasional. Keterlibatan Indonesia dalam sejumlah organisasi internasional tidak terlepas dari pandangan ini, di mana banyak negara Muslim bergabung untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina.
Pentingnya memahami akar dari pandangan tersebut menjadi keharusan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan luar negeri yang responsif dan proaktif. Hal ini termasuk membangun hubungan yang lebih baik dengan negara-negara Muslim dan memanfaatkan platform internasional untuk mengadvokasi keadilan di Palestina.
Pentingnya Dialog dan Pemahaman Antarbangsa
Meski terdapat pandangan yang negatif, penting untuk mengedepankan dialog antara negara-negara untuk mencapai pemahaman yang lebih baik. Diplomasi yang lebih terbuka dapat membantu mengurangi ketegangan dan membuka jalan bagi penyelesaian konflik.
Pola komunikasi yang baik antara negara-negara yang berseberangan akan sangat penting dalam menciptakan suasana yang kondusif untuk dialog. Dengan demikian, pengertian antar bangsa bisa lebih terjalin meskipun ada berbagai perbedaan pandangan.
Keterlibatan masyarakat sipil juga akan sangat berpengaruh dalam memfasilitasi dialog ini. Berbagai forum ataupun organisasi non-pemerintah dapat membantu menciptakan ruang bagi pertukaran perspektif yang lebih konstruktif.

