loading…
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, HUT ke-81 menjadi momentum pembenahan internal dan eksternal. Peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke-81 akan dilaksanakan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta besok, dan diharapkan menjadi titik balik yang penting dalam penguatan institusi militer.
Dalam pandangan Nuning, panggilan akrab Susaningtyas, TNI diharapkan dapat bertransformasi menjadi kekuatan yang tidak hanya profesional, tetapi juga modern dan demokratis. Ucapan ini mencerminkan kebutuhan untuk mengedepankan prinsip-prinsip keadilan dan transparansi dalam struktur organisasi TNI.
Selain aspek internal, ada sejumlah evaluasi yang perlu dilakukan berkaitan dengan dinamika geopolitik saat ini. Banyak pihak menekankan bahwa pembenahan internal TNI harus meliputi banyak aspek krusial tersebut.
Urgensi Pembenahan Internal dan Eksternal TNI dalam Konteks Geopolitik
Dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang, pembenahan internal TNI menjadi sangat mendesak. Reformasi yang diharapkan harus menyentuh berbagai dimensi, termasuk sistem hukum yang berlaku bagi prajurit. Isu peradilan militer kini mendapatkan sorotan sebagai suatu hal yang perlu dievaluasi secara serius.
Pengamat militer menyoroti bahwa salah satu langkah kritis yang harus diambil adalah merevisi Undang-Undang No. 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer. Keberadaan UU ini dinilai dapat menciptakan kesan impunitas yang mempengaruhi kepercayaan publik terhadap TNI.
Jika prajurit yang terlibat dalam tindak pidana umum diadili di peradilan militer, hal ini dapat menciptakan ketidakadilan, terutama bagi korban sipil. Oleh karena itu, reformasi yang tepat mutlak diperlukan untuk memastikan bahwa prajurit yang berbuat kesalahan dapat diadili di peradilan umum.
Peran Modernisasi untuk Memperkuat TNI di Era Digital
Selain reformasi hukum, modernisasi alutsista menjadi aspek penting dalam pembangunan TNI. Dalam menghadapi era digital yang berkembang pesat, TNI perlu memastikan bahwa mereka tidak hanya memiliki kekuatan yang memadai, tetapi juga teknologi yang sesuai dengan perkembangan zaman. Alutsista yang modern dapat meningkatkan efektivitas operasional TNI di lapangan.
TNI harus mampu mengintegrasikan teknologi terbaru dalam strategi pertahanan mereka. Selain itu, pengembangan sistem informasi dan komunikasi yang efisien juga harus menjadi prioritas. Hal ini untuk memungkinkan TNI dapat beroperasi secara lebih efisien dan responsif terhadap dinamika ancaman yang ada.
Modernisasi ini juga harus diiringi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pelatihan yang memadai dan pembangunan kapasitas prajurit akan menjadi kunci dalam menjalankan fungsi dan tugas TNI yang semakin kompleks.
Menjaga Keterlibatan Publik dan Membangun Kepercayaan
Pentingnya transparansi dalam setiap langkah TNI tidak bisa dipandang sebelah mata. Salah satu faktor utama yang dapat membangun kepercayaan publik terhadap institusi militer adalah keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan yang melibatkan TNI. Kegiatan tersebut bisa berupa program sosialisasi, pelatihan, atau kegiatan kemanusiaan.
Dari sudut pandang Nuning, peningkatan keterlibatan masyarakat juga merupakan bentuk dari akuntabilitas TNI. Melalui interaksi dengan masyarakat, TNI dapat memahami lebih baik kebutuhan dan harapan masyarakat, serta membangun komunikasi dua arah yang konstruktif.
Melangkah ke depan, upaya penegakan hukum yang transparan harus menjadi prioritas agar masyarakat dapat merasa lebih percaya kepada institusi militer. Hasil yang transparan akan sangat berpengaruh dalam membangun citra positip TNI di mata publik.

