Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) ID Humanity melakukan upaya signifikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Bandung. Pada awal Oktober 2026, mereka mengadakan Pelatihan Spiritual Power untuk Tenaga Kesehatan (Nakes) dengan tujuan membekali mereka dengan keterampilan pendampingan spiritual yang sesuai ajaran Islam.
Kegiatan ini sangat penting, karena perawatan medis tidak hanya sekadar tindakan fisik. Dukungan emosional dan spiritual dalam proses pemulihan pasien juga memegang peranan krusial dalam menciptakan suasana yang mendukung penyembuhan.
Pelatihan ini, diadakan di berbagai lokasi di Bandung Raya, bertujuan untuk memperlengkapi nakes dengan pendekatan holistik dalam merawat pasien. Dengan demikian, aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual pasien dapat diperhatikan secara menyeluruh.
Pentingnya Pendekatan Holistik dalam Layanan Kesehatan
Direktur Program Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah ID Humanity menyatakan bahwa pendekatan bio-psiko-sosio-spiritual sangat penting dalam proses pemulihan. Ini diharapkan dapat diterapkan oleh nakes dalam praktik sehari-hari di rumah sakit.
Ahmad Sonhaji menggarisbawahi bahwa tenaga kesehatan seharusnya memiliki pemahaman mendalam tentang pentingnya aspek spiritual. Melalui pelatihan ini, diharapkan nakes bisa lebih responsif terhadap kebutuhan pasien secara holistik.
Hal ini menjelaskan mengapa pelatihan ini dirancang dengan materi yang beragam, mulai dari Fiqh Maridh hingga pemulasaran jenazah. Semua ini bertujuan mendukung nakes dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien mereka.
Manfaat Pelatihan bagi Tenaga Kesehatan dan Pasien
Kepala LPM ID Humanity, Kamaludin, menambahkan bahwa tujuan dari pelatihan ini agar nakes mampu memotivasi pasien dalam menjalani pemulihan. Di saat-saat sulit, semangat untuk beribadah dan meraih kesembuhan sangat dibutuhkan.
Selain dari pelatihan nakes, kegiatan ini juga menawarkan hiburan dan dukungan kepada penyintas penyakit jantung. Hal ini sebagai bentuk kepedulian sosial untuk memberikan motivasi kepada mereka yang sedang dalam proses pemulihan.
Kolaborasi antara nakes dan pasien melalui pendekatan spiritual diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian yang mendalam. Apalagi, dalam konteks kesehatan, aspek moral dan spiritual tidak dapat diabaikan.
Harapan akan Kolaborasi Berkelanjutan untuk Kesehatan Masyarakat
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Barat, Yogi Achmad Fajar, menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara nakes dan lembaga masyarakat. Ia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan komunikasi yang bermanfaat di masa depan.
Perkembangan komunikasi ini diharapkan akan memperkuat jaringan dukungan bagi pasien, sehingga mereka merasa tidak sendirian dalam perjuangan mereka. Pelatihan ini bukan hanya memberikan ilmu, tetapi juga menciptakan koneksi yang lebih mendalam antara nakes dan pasien.
Materi yang dibahas di dalam pelatihan juga mencakup teknik penguatan kesehatan mental yang berfokus pada kebutuhan spiritual. Dengan cara ini, nakes bisa lebih peka dalam merespons setiap kebutuhan pasien secara tepat.
Respon Positif dari Berbagai Pihak Terhadap Pelatihan Ini
Apresiasi juga datang dari berbagai pihak, termasuk epidemiolog kesehatan yang menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik dalam pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan harus mampu memperhatikan semua aspek kebutuhan pasien.
Ketua Tim Kerja P2PTM Dinas Kesehatan Jawa Barat, Aan Sri Andriyanti, memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Menurutnya, pengembangan Skill dan pengetahuan nakes adalah langkah tepat dalam peningkatan layanan medis.
Mereka yang mengikuti pelatihan juga memberikan feedback positif. Misalnya, Rizki Manulin yang merupakan tenaga kesehatan dan dosen STIKes mengakui bagaimana pelatihan ini membantunya memahami sisi spiritual pasien dengan lebih baik.
Dengan pendidikan yang tepat, nakes diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan wellness pasien serta mengurangi rasa cemas mereka selama masa sakit. Sikap proaktif dalam memahami kebutuhan holistik pasien akan memperkuat ikatan antara tenaga kesehatan dan pasien.
Pelatihan ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga bagian dari upaya Dompet Dhuafa untuk meningkatkan kapasitas SDM dalam bidang kesehatan. Dengan pendekatan mdalam, diharapkan pasien dapat mengalami perawatan yang lebih baik.

