Pengalaman menikmati kopi Sumatra di ketinggian 35.000 kaki adalah sebuah kesempatan unik bagi penumpang pesawat. Dalam penerbangan Jakarta-Denpasar, mereka tidak hanya dihadapkan pada pemandangan indah, tetapi juga kesempatan untuk merasakan cita rasa kopi Indonesia yang khas.
Selama penerbangan, penumpang dapat terlibat dalam mencicipi kopi serta kegiatan kreatif lainnya. Dengan menggunakan gelas kertas, mereka bisa menggambar, menambah keseruan selama dalam perjalanan udara yang panjang.
Inisiatif ini merupakan bagian dari acara Bulan Kopi Internasional 2026 yang menggandeng Citilink dan Starbucks Indonesia. Program yang bertajuk Barista on Board ini mengajak penumpang untuk lebih mengenal kopi sekaligus merayakan tradisi budaya kopi yang telah ada di tanah air.
Kegiatan Menarik Selama Penerbangan yang Berbeda
Penerbangan Citilink QG686 menjadi lokasi yang tepat untuk mengadakan sesi coffee tasting ini. Dipandu oleh Regional Coffee Ambassador, Maria Triana, penumpang diajak untuk mencicipi berbagai jenis kopi Sumatra.
Tak hanya itu, sesi ini juga menjadi tempat bagi penumpang untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Dengan doodling di gelas kertas, mereka bisa menggabungkan rasa dan imajinasi di tengah perjalanan.
Enam penumpang dengan hasil doodling terbaik bahkan diberikan hadiah berupa tumbler baja tahan karat edisi khusus. Ini adalah bentuk apresiasi yang menyenangkan bagi mereka yang berpartisipasi aktif.
Inovasi di Bulan Kopi Internasional 2026
Managing Director PT Sari Coffee Indonesia, Anthony Mc Evoy, menyatakan bahwa tahun ini menjadi momen spesial dengan pendekatan baru dalam merayakan kopi. Setelah sukses tahun lalu, tahun ini mereka mempersembahkan pengalaman kopi yang berbeda, yaitu di udara.
Menurutnya, kolaborasi dengan Citilink memungkinkan pelanggan untuk menikmati kopi dengan cara yang lebih unik. Hal ini menciptakan pengalaman yang tak hanya sekedar menikmati minuman, tetapi juga mengenal proses dan keunikan kopi Indonesia.
Selain Barista on Board, perayaan ini juga menghadirkan Starbucks Latte Art Championship (SLAC) 2026. Acara final berlangsung di Jakarta, di mana lebih dari 500 barista bersaing untuk menunjukkan keahlian mereka.
Kompetisi dan Penetapan Juara Latte Art yang Seru
Pada babak final SLAC 2026, para barista ditantang untuk menciptakan seni latte di atas minuman mereka. Kompetisi ini tidak hanya menekankan pada rasa kopi, tetapi juga pada estetika penyajian yang menarik.
Peserta yang berhasil melalui seleksi sejak bulan Juli menunjukkan dedikasi dan keterampilan tinggi. Mefiboset Dion dari gerai Adhyaksa Jakarta berhasil meraih juara pertama, diikuti oleh Abhito Tyagasa dan Rival Frizy Adiguna di posisi kedua dan ketiga.
Senada dengan itu, Senior Manager Starbucks Indonesia, Fellicia Andrean, menekankan pentingnya kompetisi ini sebagai ajang pengembangan keterampilan barista. Para pemenang memiliki kesempatan untuk mewakili Indonesia di tingkat regional dan internasional.
Pentingnya Perayaan Bulan Kopi dalam Budaya Indonesia
Perayaan Bulan Kopi Internasional memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk lebih mengenal budaya kopi di Indonesia. Kopi bukan sekedar minuman, tetapi juga cerminan dari tradisi dan keberagaman budaya yang ada.
Dengan berbagai inisiatif yang diadakan, diharapkan masyarakat dapat teredukasi mengenai berbagai jenis kopi serta cara penyajiannya. Ini adalah momen penting untuk menjaga keberlanjutan industri kopi yang ada di tanah air.
Pentingnya dukungan terhadap petani kopi juga menjadi sorotan dalam perayaan ini. Dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kopi, diharapkan semakin banyak orang yang peduli terhadap keberlanjutan dan kualitas produk kopi Indonesia.

