loading…
Baskara Putra. Foto/Instagram @wordfangs.
Vokalis grup musik .Feast yang juga sukses lewat proyek solo Hindia ini mengaku sama sekali tidak keberatan karyanya digunakan untuk mengiringi aksi massa.
Baca juga: Ummi Pipik Tak Lupakan Kebaikan Raffi Ahmad, tapi Pilih Beda Pendapat
Menurut Baskara, penggunaan lagu-lagunya di tengah aksi unjuk rasa justru memperlihatkan adanya kesamaan rasa dan frekuensi antara apa yang ia ciptakan dengan perasaan masyarakat.
“Di saat musik itu digunakan untuk menyuarakan hal yang sama dengan apa isi musiknya, semangatnya sama, saya rasa saya menemukan common ground dengan pendengar atau pengguna lagu-lagu tersebut,” ujar Baskara saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan belum lama ini.
Pelantun lagu Secukupnya ini justru berseloroh bahwa keanehan baru terjadi apabila karya-karyanya dipakai untuk kepentingan yang justru berseberangan dengan pesan yang tertuang di dalam lirik lagunya.
Baca juga: Kiky Saputri Minta Maaf soal Video Jet Pribadi, Ini Klarifikasinya
Baskara Putra, seorang musisi yang dikenal melalui grup musiknya, Feasts, serta proyek solonya yang berjudul Hindia, kini mencuri perhatian publik. Karya-karya musik yang diproduksinya sering kali digunakan sebagai latar belakang dalam video dokumentasi aksi-aksi sosial. Hal ini tentu menjadi perhatian, terutama dalam konteks aktivisme dan perlawanan. Baskara mengatakan bahwa ia tidak merasa keberatan akan hal tersebut.
Baskara mengekspresikan kegembiraannya ketika mendapati lagu-lagunya dipakai untuk menyuarakan aspirasi dan suara rakyat. Ia percaya bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyatukan dan menggugah kesadaran kolektif. Menurutnya, ketika sebuah lagu digunakan dalam aksi unjuk rasa, itu menunjukkan adanya resonansi antara karya seni dan realitas sosial yang dihadapi masyarakat.
Menggali Makna Karya Musik dalam Konteks Sosial
Setiap karya musik yang diciptakan oleh Baskara selalu memiliki cerita dan pesan yang mendalam. Dalam konteks sosial, lagu-lagu ini bukan sekadar hiburan, melainkan alat untuk berkomunikasi dan menyampaikan perasaan. Baskara merasa terhubung dengan mereka yang menggunakan lagu-lagunya untuk mewakili suara perjuangan.
Kepedulian Baskara terhadap masalah sosial tercermin dalam lirik-liriknya. Ia berusaha untuk menciptakan musik yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga membawa pesan yang dapat menggugah pikiran. Dengan begitu, ketika masyarakat mendengarkan karyanya saat melakukan aksi, mereka merasakan dukungan dan penguatan dari musik tersebut.
Musik telah lama diakui sebagai medium yang efektif untuk menggambarkan perjuangan dan aspirasi. Karya-karya Baskara pun menjadi bagian dari tradisi itu. Ia melihat momen-momen ketika lagu-lagunya diciptakan, seakan-akan dia menjadi bagian dari perjalanan mereka yang berjuang untuk menuntut keadilan dan perubahan.
Resonansi Antara Musik dan Perjuangan Sosial
Baskara berpendapat bahwa penggunaan lagu-lagunya dalam konteks demonstrasi menunjukkan adanya keselarasan antara musik dan nilai-nilai yang diperjuangkan. Karya seni yang berbicara seputar keadilan, hak asasi manusia, dan kebebasan berekspresi adalah bentuk nyata dari kepedulian seorang musisi terhadap lingkungan sekitarnya.
Ditanya tentang apa yang membuatnya merasa bahwa karyanya relevan dengan aksi sosial, Baskara menjelaskan bahwa hubungan emosional antara musisi dan pendengarnya sangat kuat. Ketika musiknya menjadi bagian dari konteks sosial yang lebih luas, ia merasa terhormat dan bangga. Hal ini memberikan dorongan lebih bagi dirinya untuk terus berkarya.
Menurutnya, justru akan aneh jika karya-karya yang diciptakan bertentangan dengan nilai yang diperjuangkan oleh masyarakat. Baskara menilai bahwa sebuah karya seharusnya bisa menciptakan kedamaian dan inspirasi, bukan malah menimbulkan konflik.
Keberanian dalam Menyuarakan Pendapat Melalui Musik
Selama ini, ia memang dikenal sebagai sosok yang berani menyuarakan pendapat melalui lirik-lirik yang ditulisnya. Dalam setiap karya, Baskara tidak hanya fokus pada melodi, tetapi juga kedalaman pesan yang ingin disampaikan. Ia berharap pendengarnya dapat merasakan apa yang dia rasakan dalam lagu-lagunya.
Baskara mencontohkan satu lagu yang liriknya mencerminkan keadaan sosial yang ada saat ini. Dalam penciptaan karya tersebut, ia berusaha menggali pengalaman kolektif yang dialami masyarakat. Ia percaya bahwa musisi memiliki tanggung jawab sosial untuk menginspirasi perubahan.
Karya-karya yang dihasilkan tidak hanya ditujukan untuk konsumsi pribadi, melainkan juga untuk menjembatani komunikasi antara individu dan komunitas. Dalam hal ini, Baskara menunjukkan bahwa musik bisa menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan-pesan yang kuat kepada seluruh masyarakat.

