Perusahaan akan mengirimkan data terkait produk representatif pada tahun 2026, dengan rencana perluasan bertahap ke semua jenis model baterai. Hal ini bertujuan untuk membangun sistem pelaporan yang komprehensif dan transparan, yang pada akhirnya mendukung keberlanjutan industri.
Cakupan data aktivitas ini akan meliputi pemantauan penggunaan energi dan material selama produksi, transportasi, serta daur ulang. Dengan pendekatan yang sistematis, diharapkan semua pihak dapat berkontribusi terhadap prakarsa ini.
Kemudian, cakupan data latar belakang akan merujuk pada faktor emisi karbon untuk bahan baku, sumber energi, dan komponen. Ini menjadi elemen krusial dalam memahami dampak lingkungan dari siklus hidup baterai.
Strategi Sistem Pelaporan untuk Meningkatkan Keberlanjutan Baterai
Dalam sistem pelaporan ini, faktor listrik regional dan sertifikat hijau akan diakses untuk memperhitungkan variasi sumber daya listrik di seluruh China. Dengan demikian, pelaporan menjadi lebih akurat dan responsif terhadap kondisi lokal.
Emisi selama siklus hidup baterai juga akan dihitung dengan menggunakan standar nasional yang berlaku. Metodologi ini bertujuan untuk menyelaraskan praktik industri domestik dengan kerangka kerja penilaian siklus hidup internasional.
Upaya ini tidak hanya mendukung tujuan netralitas karbon, tetapi juga meningkatkan daya saing ekspor kendaraan listrik. Dengan mengadopsi praktik terbaik, diharapkan industri akan tumbuh lebih kuat dan lebih lahiriah.
Peran Stakeholder dalam Sistem Pelaporan Jejak Karbon
Partisipasi dari berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan dalam sistem pelaporan yang diusulkan. Produsen baterai akan bertanggung jawab untuk mengumpulkan data aktivitas, menghitung, mengunggah hasil, dan berkoordinasi dengan auditor pihak ketiga.
Sementara itu, pemasok akan menyediakan data yang dapat dilacak mengenai bahan baku, komponen, transportasi, dan proses daur ulang. Hal ini penting untuk memastikan transparansi dalam seluruh rantai pasokan.
Lembaga verifikasi akan bertindak untuk meninjau dan menyertifikasi data yang dilaporkan sesuai dengan standar nasional atau industri yang berlaku. Ini memberikan jaminan tambahan terhadap akurasi data yang dikumpulkan.
Inovasi dan Penelitian untuk Meningkatkan Produksi Baterai
Aktivitas penelitian dari universitas, lembaga penelitian, asosiasi industri, dan perusahaan juga berperan penting. Mereka melakukan pemeliharaan dan pembaruan basis data faktor latar belakang untuk memastikan ketepatan dan relevansi informasi.
Secara keseluruhan, kolaborasi antara para pemangku kepentingan mendukung sistem pelaporan yang terstruktur dan terbuka. Inisiatif ini akan berkontribusi pada keberlanjutan dan transparansi di industri otomotif.
Dengan langkah yang diambil dalam mewujudkan sistem pelaporan jejak karbon yang terstruktur, China diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan rantai pasokan kendaraan energi baru (NEV). Selain itu, ini juga memperbaiki pengakuan internasional terhadap produk yang dihasilkan.
Inovasi teknologi dalam produksi baterai dan manajemen siklus hidup diharapkan akan meningkat. Harapannya, inisiatif semacam ini dapat menyediakan model yang sistematis dalam menghadapi tantangan karbon di sektor otomotif.
