Honda telah lama dikenal sebagai salah satu produsen otomotif yang inovatif dan berani. Dengan peluncuran kembali model legendarisnya, Prelude, setelah 25 tahun hiatus, mereka berupaya untuk menghidupkan kembali semangat dan daya tarik coupe dua pintu yang pernah begitu ikonis di masa lalu.
Desain baru yang lebih modern dan kemunculan teknologi hibrida menjadi sorotan utama dari Honda Prelude generasi terbaru ini. Meskipun demikian, performa penjualannya ternyata belum memuaskan, menjadi topik menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut.
Data awal menunjukkan bahwa penjualan Prelude cukup rendah, khususnya saat diluncurkan pada Desember 2025, di mana hanya 174 unit yang terjual. Meskipun jumlah tersebut menunjukkan peningkatan dibanding bulan sebelumnya, angkanya masih jauh dari harapan.
Menilai Performa Penjualan Honda Prelude di Pasar Otomotif
Saat melihat angka penjualan, jelas bahwa Honda Prelude masih kalah jauh dibandingkan dengan kompetitornya di segmen yang sama. Sebagai gambaran, Subaru BRZ saja mampu menjual 229 unit pada bulan yang sama, menunjukkan ketertarikan yang lebih besar dari konsumen.
Di sisi lain, Toyota Supra dan GR86 mencatat angka penjualan yang jauh lebih baik, masing-masing dengan 277 dan 576 unit terjual pada Desember 2025. Hal ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di pasar coupe saat ini.
Nissan Z juga menjadi lawan serius bagi Honda Prelude dengan penjualan stabil di angka total 665 unit sepanjang kuartal keempat. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang daya tarik sebenarnya dari Honda Prelude di tengah model-model yang sudah terkenal.
Dampak Harga terhadap Penjualan Honda Prelude
Salah satu faktor yang mungkin turut memengaruhi penjualan adalah harga dari Honda Prelude itu sendiri. Dengan banderol mulai dari US$ 42.000, atau sekitar Rp 703 juta, bisa dipastikan bahwa tidak semua konsumen bersedia membayar harga tersebut.
Ditambah lagi, belum termasuk biaya pengiriman yang mencapai US$ 1.195, atau sekitar Rp 20 juta, harga total menjadi lebih tinggi dibanding kompetitornya. Hal ini bisa menjadi kendala bagi pembeli yang mencari nilai tertinggi dengan budget yang lebih terbatas.
Dalam segmen coupe ini, harga sering kali menjadi faktor penentu yang menjadikan suatu model lebih atau kurang menarik bagi konsumen. Dengan pilihan lebih terjangkau dari merek lain, Honda perlu memikirkan strategi harga yang lebih kompetitif untuk menarik lebih banyak pembeli.
Inovasi dan Teknologi pada Honda Prelude yang Baru
Meskipun penjualan tidak mencerminkan harapan, inovasi yang dihadirkan pada Honda Prelude patut diapresiasi. Penerapan teknologi hibrida merupakan langkah maju yang menunjukkan komitmen Honda terhadap mobilitas berkelanjutan.
Desain eksterior dan interior yang diperbarui menawarkan pengalaman berkendara yang lebih modern dan nyaman, menargetkan generasi baru peminat mobil sport. Honda pun berharap bisa menciptakan kembali kesan ikonik yang pernah dimiliki Prelude di masa lalu.
Dengan fitur keselamatan dan teknologi terbaru, Honda Prelude jelas mencoba untuk beradaptasi dengan permintaan pasar saat ini. Namun, semua itu perlu diimbangi dengan penawaran harga yang lebih konkurren untuk memikat calon pembeli.
