Jelang liburan Natal dan Tahun Baru 2026, diperkirakan permintaan mobil bekas akan meningkat signifikan. Tren tahun-tahun sebelumnya menunjukkan adanya lonjakan yang hampir setiap tahun ramai dengan konsumen yang mencari kendaraan jenis ini, terutama pada akhir tahun.
Data menunjukkan bahwa prediksi kenaikan ini berkaca pada tahun lalu, di mana banyak yang beralih ke mobil bekas. Hal ini membuat para penjual bersiap untuk memenuhi kebutuhan yang akan terus meningkat dalam periode tersebut.
Berdasarkan informasi terbaru, Toyota masih menjadi merek mobil bekas terpopuler di kalangan konsumen. Dalam laporan yang ada, tercatat bahwa model-modelnya mendominasi pencarian dan transaksi sepanjang tahun ini.
Tiga model teratas yang paling diminati adalah Toyota Kijang Innova, Toyota Avanza, dan Toyota Fortuner. Selain itu, Honda HR-V dan Honda Brio juga menjadi favorit di antara konsumen yang mencari kendaraan berkualitas dengan harga terjangkau.
Data ini mengindikasikan bahwa segmen MPV masih menjadi pilihan utama bagi keluarga. Namun, SUV mulai menunjukkan popularitas yang meningkat di tahun-tahun belakangan ini, menarik perhatian banyak pelanggan.
Mobil Bekas: Pilihan Utama untuk Keluarga di Musim Liburan
Minat masyarakat terhadap mobil bekas di kisaran harga Rp 100 juta hingga Rp 200 juta menunjukkan tren yang stabil. Rentang harga ini dianggap seimbang antara anggaran yang tersedia dan kapasitas yang ditawarkan mobil tersebut.
Menjelang liburan tahun lalu, SUV juga menjadi kategori yang banyak dicari, bersaing dengan MPV dan hatchback. Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya mencari kendaraan, tetapi juga kualitas dan fungsionalitasnya dalam kegiatan sehari-hari.
Toyota kembali mencatatkan diri sebagai merek teratas yang paling diminati oleh para calon pembeli. Di bawahnya, merek lain seperti Honda, Suzuki, dan Daihatsu juga memiliki pangsa pasar yang baik, namun belum bisa mengalahkan dominasi Toyota.
Beralih kepada model, Toyota Kijang Innova, Avanza, dan Fortuner masih menjadi andalan. Dalam hal ini, Honda CR-V dan HR-V juga tak kalah menarik perhatian para pembeli yang ingin mencari alternatif dari merek lain.
Menurut analisa, mobil dengan ruang kabin yang luas menjadi faktor penentu utama bagi para keluarga. Mereka yang sudah berkeluarga lebih cenderung mencari kendaraan yang bisa mengangkut banyak anggota dalam satu waktu, terutama saat liburan tiba.
Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Konsumen Mobil Bekas
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecenderungan konsumen dalam membeli mobil bekas. Salah satunya adalah kebutuhan ruang bagi keluarga, terutama untuk perjalanan jauh saat liburan.
Pihak penjual juga harus mempersiapkan promosi dan strategi pemasaran yang tepat untuk menarik perhatian calon pembeli. Dengan meningkatnya kebiasaan berlibur bersama keluarga, penjual perlu menampilkan nilai dan keuntungan dari produk yang mereka tawarkan.
Stabilitas harga juga berpengaruh signifikan dalam keputusan membeli mobil bekas. Ketika harga terjangkau dan kualitas tetap terjaga, konsumen cenderung lebih percaya untuk melakukan pembelian.
Selain itu, kondisi fisik dan riwayat perawatan mobil juga menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Informasi transparan tentang sejarah kendaraan sangat membantu konsumen dalam membuat pilihan yang tepat.
Tak hanya itu, kehadiran platform jual beli yang terpercaya juga memudahkan proses transaksi dan memberikan rasa aman bagi konsumen. Dengan begitu, mereka merasa lebih nyaman dan percaya diri saat melakukan pembelian mobil bekas.
Mengapa Liburan Menjadi Waktu Ideal untuk Membeli Mobil Bekas?
Liburan adalah waktu yang tepat bagi keluarga untuk berinvestasi pada kendaraan baru. Sebagian besar orang memanfaatkan waktu ini untuk merencanakan perjalanan dan membutuhkan kendaraan yang mampu mengakomodasi seluruh anggota keluarga.
Hal ini menjadi daya tarik bagi penjual mobil bekas untuk menawarkan berbagai pilihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Banyak penjual yang menawarkan paket menarik selama musim liburan untuk meningkatkan penjualan.
Dengan adanya strategi promosi yang tepat, penjual bisa mendapatkan perhatian lebih dari konsumen. Taktik ini sering kali menarik minat mereka yang sebelumnya belum berencana untuk membeli kendaraan.
Keberadaan penawaran yang beragam juga membuat konsumen merasa mendapatkan nilai lebih. Dalam kondisi tertentu, promosi tersebut bisa mempengaruhi keputusan membeli mereka.
Tren kesehatan dan kesadaran lingkungan juga turut mendorong konsumen untuk membeli kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Hal ini menciptakan peluang baru di pasar mobil bekas yang bisa dimanfaatkan oleh semua pihak.
