Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke wilayah Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan keandalan pasokan energi nasional serta mengawal program transisi energi yang sedang dipercepat oleh pemerintah.
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 29 Juni hingga 3 Juli 2026, dimulai dengan Management Walkthrough (MWT) di Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda dan Integrated Terminal (IT) Surabaya. Dalam kesempatan ini, Iriawan menekankan pentingnya pengawasan langsung terhadap operasional fasilitas energi strategis milik Pertamina.
Pertamina sebagai perusahaan yang memiliki peran besar dalam sektor energi di Indonesia, harus bersiap untuk menghadapi tantangan di bidang energi terbarukan. Komitmen untuk mengembangkan energi yang ramah lingkungan menjadi salah satu fokus utama dalam strategi jangka panjang perusahaan.
Pengawasan Energi Nasional dan Transisi Energi
Pertamina berkomitmen untuk mendukung program transisi energi nasional yang dilakukan oleh pemerintah guna mencapai keberlanjutan. Hal ini dilakukan melalui pelaksanaan proyek-proyek yang berfokus pada pengurangan emisi dan peningkatan penggunaan energi terbarukan.
Selama kunjungannya, Iriawan mengunjungi berbagai fasilitas untuk menilai kesiapan operasional serta mendiskusikan langkah-langkah strategis yang diperlukan. Evaluasi ini diharapkan dapat membantu dalam memfasilitasi pengembangan energi hijau di Indonesia.
Pentingnya menjaga pasokan energi yang stabil dan andal juga menjadi titik perhatian saat ini. Dengan meningkatnya kebutuhan energi di berbagai sektor, langkah-langkah inovatif diperlukan untuk memastikan kecukupan pasokan.
Kesiapan Operasional Fasilitas Energi Strategis
Dalam kunjungan ke AFT Juanda, Iriawan menyoroti pentingnya kesiapan Pertamina untuk mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF). SAF merupakan bahan bakar ramah lingkungan yang diharapkan mampu mengurangi emisi karbon di sektor penerbangan.
Pengembangan SAF merupakan salah satu langkah konkret yang diambil untuk mencapai target Net Zero Emission yang dicanangkan pemerintah. Iriawan berharap semua pihak di Pertamina dapat berkolaborasi untuk mencapai tujuan ini.
Kesiapan dalam menjaga pasokan avtur juga ditekankan selama kunjungan ini. Iriawan menegaskan bahwa perusahaan harus menargetkan toleransi nol terhadap kekurangan stok untuk memastikan pelayanan tetap berjalan lancar.
Menjaga Kemandirian Energi Nasional
Kemandirian energi menjadi salah satu tujuan utama yang perlu diperjuangkan dalam menghadapi tantangan energi global. Pertamina sebagai perusahaan BUMN harus berperan aktif dalam memastikan bahwa kebutuhan energi dalam negeri dapat dipenuhi secara optimal.
Dalam upaya mencapai kemandirian energi, adopsi teknologi serta inovasi baru sangat diperlukan. Pertamina terus berupaya memperkuat kemampuan dalam memproduksi dan mendistribusikan energi yang berkualitas tinggi.
Kerjasama lintas sektor juga menjadi strategi penting dalam menjaga kemandirian energi tanah air. Dengan kolaborasi yang baik, langkah-langkah yang diambil akan memberikan dampak positif bagi perkembangan industri energi di Indonesia.

