loading…
Anggota Komisi D DPRD Sumut dari Partai Perindo Makmur Marpaung mendesak Pemprov Sumatera Utara mempercepat penyelesaian proyek pengendalian banjir sebelum November 2026. Foto: Ist
Anggota Komisi D DPRD Sumut Makmur Marpaung menilai percepatan pekerjaan menjadi penting agar infrastruktur yang dibangun benar-benar berfungsi melindungi masyarakat ketika curah hujan meningkat.
Baca juga: Prabowo Perintahkan Menhut Audit PT Toba Pulp atas Dugaan Penyebab Banjir Sumut
“Pekerjaan normalisasi sungai, pembangunan tanggul, penguatan tebing sungai dan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air harus dipercepat. Jangan sampai proyek yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat justru belum selesai ketika banjir kembali terjadi,” ujar Makmur dikutip, Senin (12/10/2026).
Berdasarkan program prioritas Pemprov Sumut 2026, target pembangunan mencakup tanggul sepanjang 3.100 meter, penguatan tebing sungai 3.195 meter, serta normalisasi sungai sepanjang 19.300 meter.
Anggota DPRD Sumut lainnya turut menyoroti situasi ini, menekankan pentingnya langkah konkret dari pemerintah. Masyarakat semakin cemas dengan kondisi yang mengancam keselamatan mereka saat musim hujan tiba. Ketidakpastian dalam penyelesaian proyek dapat memperburuk dampak bencana yang dihadapi.
Melihat kondisi saat ini, tidak hanya daya dukung infrastruktur yang harus ditingkatkan, tetapi juga sistem peringatan dini dan penyuluhan kepada masyarakat. Informasi yang tepat waktu dapat mengurangi risiko dan mendorong masyarakat untuk lebih siap menghadapi ancaman bencana.
Dalam diskusi publik yang berlangsung, beberapa ahli menyarankan agar pendekatan berbasis komunitas dilibatkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan proyek. Partisipasi aktif warga dapat menjadi kunci sukses dalam mitigasi bencana dan meningkatkan keberlanjutan proyek yang dijalankan.
Pentingnya Kesiapan Infrastruktur Menjelang Musim Hujan
Keberadaan infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor kunci dalam mengurangi risiko bencana. Proyek-proyek pengendalian banjir seharusnya tidak hanya fokus pada konstruksi fisik, tetapi juga pada efektivitas dan keberlanjutan. Infrastruktur yang baik dapat membantu masyarakat melindungi diri dari dampak curah hujan yang ekstrem.
Pemprov Sumut memiliki tanggung jawab untuk memastikan berbagai proyek berjalan sesuai jadwal dan berfungsi dengan baik. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keterlambatan progres pembangunan, mulai dari pendanaan hingga isu teknis di lapangan.
Dalam konteks ini, penting bagi pemerintah untuk bekerja sama dengan instansi terkait dan pihak swasta. Sinergi antara sektor publik dan privat dapat membantu mempercepat proses pembangunan, dan menjawab tantangan yang ada di lapangan.
Proyek Pengendalian Banjir yang Sedang Berlangsung
Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah normalisasi sungai yang bertujuan untuk memaksimalkan kapasitas aliran air. Proses ini melibatkan pembersihan sungai dari sedimentasi dan material lainnya yang dapat menghambat aliran. Dengan demikian, risiko banjir dapat diminimalisir.
Pembangunan tanggul juga menjadi bagian dari strategi pengendalian banjir yang diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih bagi masyarakat. Tanggul yang kuat dan tepat guna diharapkan mampu menahan luapan air saat hujan lebat.
Penguatan tebing sungai juga merupakan langkah krusial dalam mitigasi bencana. Tanpa penguatan yang baik, tebing dapat berisiko longsor, yang dapat memperparah kondisi saat terjadi banjir.
Peran Masyarakat dalam Mitigasi Bencana
Melibatkan masyarakat dalam proses mitigasi bencana adalah langkah cerdas. Masyarakat bisa berperan aktif dalam pemantauan lingkungan, memberikan informasi tentang risiko yang ada, dan terlibat dalam upaya penanganan bencana. Kesadaran bersama ini penting untuk mendukung program-program yang dijalankan pemerintah.
Pendidikan tentang bencana bisa dilakukan melalui berbagai media dan kampanye. Masyarakat yang paham akan risiko banjir akan lebih siap dan tanggap dalam menghadapi kemungkinan bencana. Inisiatif lokal sering kali dapat menghasilkan solusi yang lebih relevan dengan kebutuhan warga sekitar.
Di samping itu, komunitas perlu disiapkan dengan sistem peringatan dini yang efisien. Melalui teknologi, masyarakat dapat mendapatkan informasi secara cepat dan akurat tentang potensi ancaman bencana yang akan datang. Hal ini dapat sangat menentukan dalam mengurangi kerugian yang ditimbulkan oleh bencana.

