Subscribe to get Updates
  • Login
Dentisteexpo
  • Hidup Sehat
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Hidup Sehat
  • Kesehatan
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home Hidup Sehat

Kericuhan Petasan Acara Maulid di Pondok Pinang Menurut Versi Korban

mytisc169 by mytisc169
October 9, 2026
in Hidup Sehat
0
Kericuhan Petasan Acara Maulid di Pondok Pinang Menurut Versi Korban
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Warga Pondok Pinang, Amanda Andono, merasa perlu mengambil langkah hukum setelah mengalami gangguan akibat penggunaan petasan dan kembang api dalam acara Maulid Nabi. Dia berinisiatif mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan insiden yang mengganggu ketenangan lingkungan di kawasan tersebut.

Kronologi kejadian bermula pada dini hari 4 Oktober 2026, ketika suara petasan dan kembang api terdengar keras hingga memasuki rumahnya. Amanda tidak hanya khawatir terhadap kebisingan, tetapi juga terhadap anaknya yang mengalami reaksi panik akibat suara dentuman tersebut.

Insiden yang Mengganggu Ketentraman Warga di Pondok Pinang

Aman, menurut Amanda, terjadi ketika suara petasan menggelegar dari lokasi acara hingga dini hari, mengganggu tidurnya dan menimbulkan ketidaknyamanan yang mendalam. Keberadaan suara tersebut bukan saja sekadar gangguan, melainkan juga menimbulkan kekecewaan di kalangan warga yang tinggal di sekitar.

Dia pun bertekad untuk mendokumentasikan insiden ini dengan resmi agar pihak berwenang dapat mengambil tindakan yang tepat. Setelah mengumpulkan informasi dan bukti-bukti, Amanda pergi melapor dengan harapan ada perubahan positif ke depan.

Kesal dengan gangguan yang ditimbulkan, Amanda merasa perlu untuk menjelaskan secara rinci tentang kejadian itu kepada polisi. Penggolongan acara yang semestinya sakral dalam perayaan Maulid Nabi seharusnya tidak mengabaikan kenyamanan masyarakat setempat.

Reaksi dan Dampak pada Anak-anak

Dampak dari suara petasan yang keras sangat signifikan bagi anak-anak, terutama bagi BCK, putra Amanda yang berusia 12 tahun. Momen tersebut menjadi traumatis ketika BCK terbangun dalam keadaan panik hingga mengalami kejang.

Dalam sambutannya di Polda, Amanda menegaskan bahwa perayaan seperti ini seharusnya juga memperhatikan lingkungan sekitar. Kesehatan mental anak-anak tidak boleh diabaikan hanya demi merayakan kebahagiaan dalam sebuah acara.

Selain anaknya, Amanda juga merasakan dampak emosional yang berat akibat insiden itu. Dia menyebutkan, banyak warga lain yang juga mengeluhkan hal serupa, dan dia merasa bertanggung jawab untuk kaum ibu lain yang tidak dapat berbicara mengenai masalah ini.

Langkah Hukum dari Warga Pondok Pinang

Setelah melakukan laporan resmi, Amanda berharap pihak kepolisian dapat menindaklanjuti kasus tersebut dengan serius. Proses hukum ini diharapkan bisa menjadi awal perubahan bagi cara warga merayakan acara keagamaan di masa depan.

Dengan langkah berani yang diambilnya, Amanda mengajak masyarakat lain untuk berani bersuara dan melaporkan setiap pelanggaran yang berdampak negatif. Kebisingan tidak seharusnya menjadi bagian dari perayaan yang luhur dan sakral.

Sebagai publik yang peduli, dia yakin bahwa semua warga berhak untuk mendapatkan ketentraman di rumah mereka sendiri. Kesadaran akan hak-hak ini menjadi pendorong bagi Amanda untuk berjuang bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk semua orang yang merasakan hal yang sama.

Tags: AcaraKericuhanKorbanMaulidMenurutPetasanPinangPondokVersi
Previous Post

Hamas Kecam Pernyataan Dewan Perdamaian Terkait Peristiwa 7 Oktober sebagai Rasis dan Bias

Next Post

Sambut Hari Santri, Dorong Akses Air Bersih dan Sanitasi di Pesantren

mytisc169

mytisc169

Next Post
Sambut Hari Santri, Dorong Akses Air Bersih dan Sanitasi di Pesantren

Sambut Hari Santri, Dorong Akses Air Bersih dan Sanitasi di Pesantren

Berita Terbaru

  • Sambut Hari Santri, Dorong Akses Air Bersih dan Sanitasi di Pesantren
  • Kericuhan Petasan Acara Maulid di Pondok Pinang Menurut Versi Korban
  • Hamas Kecam Pernyataan Dewan Perdamaian Terkait Peristiwa 7 Oktober sebagai Rasis dan Bias
  • Gempa Magnitudo 4,4 Mengguncang Bengkulu Utara, Terasa Sampai Seluma
  • Mahasiswa Tewas Tertabrak KRL di Ciputat Usai Buat Konten Tugas Kuliah
  • Sample Page

© 2026 dentisteexpo.com. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Hidup Sehat
  • Kesehatan

© 2026 dentisteexpo.com. All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
mahjong ways