loading…
Tim Pengabdian Masyarakat FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan Pengabdian Internasional Mandatori (PIM) UNS di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Sabah, Malaysia. Sebanyak 41 peserta yang terdiri dari guru dan anggota komite sekolah hadir dalam kegiatan ini untuk memperkuat pembelajaran dan kewirausahaan yang berfokus pada komunitas pekerja migran Indonesia.
Acara ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas melalui peningkatan kompetensi guru dan pengetahuan kewirausahaan. Dalam konteks ini, penguatan kapasitas pendidikan menjadi kunci untuk membantu para pekerja migran beradaptasi dan mengembangkan potensi mereka di luar negeri.
Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Triyanto, S.H., M. Hum, yang membentuk tim yang terdiri dari dosen-dosen dari berbagai program studi. Dengan pendekatan yang interdisipliner, diharapkan hasil kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi komunitas yang terlibat.
Pemberdayaan Komunitas melalui Program Pendidikan yang Inovatif
Salah satu fokus utama dari kegiatan ini adalah pemberdayaan komunitas melalui pembelajaran abad ke-21. Dengan memberikan pelatihan yang relevan, diharapkan para guru dapat menggunakan metode yang lebih efektif dalam pengajaran yang dapat menginspirasi siswa.
Metode pengajaran yang diterapkan mencakup pendekatan pembelajaran mendalam, yang membantu siswa memahami materi dengan lebih mendalam. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aktif dan kolaboratif.
Tim pengabdian memfasilitasi sesi-sesi yang dirancang agar peserta dapat mendiskusikan tantangan dan solusi yang mereka hadapi dalam pembelajaran. Dengan cara ini, mereka tidak hanya belajar dari pengajaran yang diberikan, tetapi juga dari pengalaman sesama peserta.
Peran Sekolah Indonesia Kota Kinabalu dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Sekolah Indonesia Kota Kinabalu memiliki peranan penting dalam komunitas migran Indonesia di Sabah. Sekolah ini menjadi jembatan antara pendidikan di tanah air dan kebutuhan pendidikan di luar negeri, sehingga anak-anak migran tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, Sekolah Indonesia mampu memperkuat kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan murid-murid yang berasal dari latar belakang berbeda. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan konsep kewirausahaan kepada siswa dan orang tua yang terlibat.
Melalui pelatihan yang diberikan, anggota komite sekolah juga mendapatkan wawasan baru mengenai potensi usaha yang bisa dikembangkan. Dengan demikian, tidak hanya pendidikan formal yang diperhatikan, tetapi juga pengembangan kemandirian ekonomi bagi komunitas pekerja migran.
Dampak Jangka Panjang bagi Komunitas Migran di Sabah
Program ini diharapkan mampu memberikan dampak yang berkelanjutan bagi komunitas pekerja migran. Dengan peningkatan kapasitas guru dan anggota komite, diharapkan akan terjadi peningkatan mutu pendidikan yang signifikan bagi anak-anak migran.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan kesadaran kewirausahaan di kalangan orang tua. Dengan memahami potensi usaha, mereka dapat lebih mandiri secara ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada pekerjaan yang tidak menentu.
Secara keseluruhan, kegiatan ini merupakan upaya yang strategis untuk memberdayakan komunitas Indonesia di Sabah. Implementasi pengetahuan yang diperoleh dalam program ini dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan perubahan positif dalam kehidupan mereka.

