loading…
Di tengah tantangan yang dihadapi pelaku usaha kecil, Firli Norachim dan istrinya, Ani Andriani, lantas memutuskan untuk mengambil langkah berani. Mereka mendirikan Mama Khas Banjar, sebuah toko yang mengusung makanan khas Kalimantan, dengan tujuan untuk menjangkau pasar yang lebih luas di tengah situasi yang sulit.
Berawal dari sebuah rumah kontrakan kecil, Mama Khas Banjar kini telah berkembang pesat. Pasangan ini berkomitmen untuk mengangkat potensi kuliner lokal melalui produk-produk yang dihasilkan dari hasil laut nelayan setempat.
Pendirian usaha ini bukan tanpa tantangan. Pada awal perjalanan, Firli harus merelakan tabungan emasnya sebagai modal awal. Meski situasi keuangan dan waktu sangat terbatas, mereka terus bertekad untuk mengembangkan bisnis mereka.
Melalui kerja keras dan ketekunan, Mama Khas Banjar kini mampu memenuhi permintaan hingga 1-2 ton ikan asin per bulan. Pertumbuhan yang pesat ini juga mendorong mereka untuk terus berinovasi dalam produk-produk yang ditawarkan.
Transformasi Usaha dari Rumah Kontrakan ke Outlet Resmi
Perjalanan Mama Khas Banjar dimulai dari sebuah rumah kontrakan sederhana. Dari sanalah, Firli dan Ani memanfaatkan berbagai sumber daya lokal, seperti hasil laut dari Kotabaru dan Pelaihari. Filosofi usaha mereka tercermin dalam nama yang dipilih: “ada cinta di setiap olahan mama”.
Dalam proses merintis, mereka harus menghadapi berbagai kesulitan. Keduanya yang masih bekerja sebagai karyawan di bidang yang berbeda harus membagi waktu antara pekerjaan utama dan usaha baru mereka.
“Dulu, semua serba terbatas. Namun, kami tetap berusaha meski dalam keadaan sulit,” ujar Firli, mengenang masa-masa awal perjuangan. Ketekunan mereka mulai membuahkan hasil yang signifikan.
Mama Khas Banjar berhasil menjangkau lebih banyak pelanggan, berkat pembaruan dan pengembangan produk. Dari yang awalnya hanya memproduksi 5 kilogram abon ikan kini telah berkembang pesat dengan memenuhi permintaan pasar.
Seiring berjalannya waktu, mereka melakukan berbagai inovasi. Kini, Mama Khas Banjar telah memiliki dua outlet resmi dan mempekerjakan 17 karyawan. Hal ini menunjukkan betapa pesatnya pertumbuhan usaha yang dimulai dari rumah kontrakan kecil tersebut.
Pentingnya Digitalisasi dalam Mengembangkan Bisnis
Ketika pandemi melanda, Mama Khas Banjar sadar bahwa digitalisasi merupakan kunci untuk bertahan. Mereka langsung beradaptasi dengan situasi tersebut dan mulai memanfaatkan platform online untuk menjual produk.
Dengan memanfaatkan marketplace, Mama Khas Banjar sukses menjangkau pelanggan yang lebih luas, tidak hanya di Kalimantan, tetapi juga luar daerah. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan penjualan selama masa yang tidak menentu.
Pemanfaatan teknologi juga membantu mereka dalam sistem manajemen dan pengelolaan inventory. Kini, dengan dukungan digital, mereka dapat mengelola produk dengan lebih efisien.
“Kami berusaha untuk tidak ketinggalan dalam era digital. Setiap langkah yang kami ambil adalah untuk memastikan usaha kami tetap relevan di pasar,” kata Firli. Bagi mereka, inovasi tidak hanya terbatas pada produk, tetapi juga mencakup metode penjualan.
Memanfaatkan Dukungan Modal untuk Mendukung Pertumbuhan
Untuk memaksimalkan potensi usaha, Mama Khas Banjar juga tidak ragu untuk memanfaatkan berbagai sumber permodalan. Melalui layanan yang membantu pemilik bisnis kecil, mereka berhasil mendapatkan dukungan finansial penting.
Melalui beberapa platform finansial, mereka dapat memperoleh modal untuk memperluas skala usaha. Kebangkitan kembali ekonomi pasca pandemi membuat mereka semakin bersemangat untuk melakukan ekspansi.
“Modal yang kami peroleh bukan hanya sekadar angka, tetapi sebagai kesempatan untuk tumbuh. Ini memberi kami kepercayaan diri untuk melangkah lebih jauh,” ungkap Ani. Dengan keberadaan modal tambahan, mereka mampu melakukan inovasi yang lebih berani.
Pertumbuhan usaha Mama Khas Banjar menjadi inspirasi bagi banyak pelaku UMKM lainnya. Mereka menunjukkan bahwa dengan kerja keras, inovasi, dan adaptasi, setiap usaha kecil dapat berkembang dan bersaing di tingkat nasional.
Mama Khas Banjar bukan hanya sekadar bisnis, tetapi juga simbol keberanian dan tekad dalam menghadapi tantangan. Masa depan tampak cerah bagi mereka, seiring dengan keberhasilan yang telah diraih dan cita-cita untuk mengangkat kuliner lokal ke panggung yang lebih tinggi.

