Hendarman, Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Ketua Tim Pakar Jabatan Fungsional Analis Kebijakan INAKI (Ikatan Nasional Analis Kebijakan Indonesia). Foto/Ist
TAHUN ajaran baru selalu menjadi momentum yang menentukan bagi jutaan murid. Hari pertama sekolah bukan sekadar agenda administratif, melainkan merupakan awal pembentukan kesan, rasa percaya diri, dan hubungan yang intim antara anak dengan lingkungan belajarnya.
Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan langkah strategis untuk menciptakan suasana aman dan nyaman bagi tiap anak yang memasuki dunia pendidikan. Regulasi ini patut diapresiasi karena berfokus pada penciptaan lingkungan belajar yang inklusif dan menggembirakan.
Yang menarik dari regulasi ini adalah pelarangan tegas terhadap praktik perpeloncoan, kekerasan, dan senioritas. MPLS juga mengharuskan adanya tahapan perencanaan di awal serta melibatkan orang tua dalam setiap proses penyelenggaraan, sehingga anak merasa didukung dan diperhatikan.
Dengan peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah mengajak semua pihak untuk menjadikan sekolah sebagai ruang yang bebas dari perpeloncoan. Sesuai dengan esensi MPLS Ramah, momen ini seharusnya diisi dengan kasih sayang, bukan ketakutan.
Membangun Suasana Belajar yang Positif dan Konstruktif
Kebijakan MPLS bukan sekadar perubahan teknis dalam penyelenggaraannya, tetapi juga merupakan implementasi nyata dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Undang-undang ini menegaskan hak setiap anak untuk mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan penelantaran.
Sekolah berperan penting bukan hanya dalam mentransfer pengetahuan, tetapi juga dalam menjamin terpenuhinya hak-hak anak. Artinya, sekolah harus menjadi tempat yang tidak hanya aman tapi juga menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar dan tumbuh berkembang.
Suasana yang positif dalam lingkungan belajar sangat penting untuk perkembangan psikologis anak. Dengan adanya MPLS yang ramah, diharapkan anak-anak bisa lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya tanpa merasa tertekan.
MPLS mengajak semua pendidik untuk bersikap lebih inklusif. Proses belajar mengajar harus memperhatikan kebutuhan emosional dan psikologis siswa agar mereka bisa merasa nyaman dan lebih terbuka dalam berinteraksi dengan teman-teman serta guru.
Pentingnya Melibatkan Orang Tua dalam Proses Pendidikan
Melibatkan orang tua dalam setiap tahap penyelenggaraan MPLS merupakan langkah yang sangat strategis. Kehadiran orang tua dapat memberikan dukungan emosional yang sangat dibutuhkan anak, terutama di hari-hari awal saat mereka memulai pengalaman baru di sekolah.
Kolaborasi antara sekolah dan orang tua sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi belajar. Dengan komunikasi yang baik, orang tua bisa lebih memahami situasi yang dihadapi anak dan memberikan bimbingan yang tepat.
Komitmen orang tua dalam pendidikan anak juga menciptakan rasa kebersamaan yang kuat. Ketika orang tua terlibat dalam kegiatan sekolah, anak-anak akan merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk berprestasi.
Sekolah yang melibatkan orang tua dalam perencanaan dan pelaksanaan MPLS dapat menciptakan suasana di mana siswa, orang tua, dan pendidik saling berkolaborasi untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik.
MPLS sebagai Jembatan Menuju Pendidikan Berkualitas
MPLS dapat dianggap sebagai jembatan penting menuju pendidikan berkualitas. Hal ini dikarenakan kegiatan ini memungkinkan pengenalan yang efektif antara siswa baru dan lingkungan belajarnya. Dengan adanya kegiatan yang menarik, anak-anak dapat terbuka untuk belajar lebih baik.
Selain itu, MPLS juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk membangun hubungan sosial dengan teman-teman baru. Proses ini sangat penting untuk mengurangi kecemasan yang sering dialami oleh siswa yang baru masuk sekolah.
Aktivitas yang melibatkan permainan, pengenalan terhadap fasilitas, dan pertemuan dengan pendidik akan menambah rasa percaya diri siswa. Kegiatan-kegiatan seperti ini dapat meningkatkan interaksi positif dan mendorong kerjasama di antara siswa.
Dengan MPLS, diharapkan setiap anak dapat merasakan kenyamanan dan keamanan saat beradaptasi dengan dunia pendidikan. Ini adalah langkah awal yang krusial untuk memastikan mereka siap menjalani proses pembelajaran yang lebih panjang dan menantang di depan.

