loading…
Teknologi Dual Mode BYD digadang bisa memangkas biaya per kilometer hingga 66 persen dibanding mobil bensin biasa. Foto: Sindonews/Danang Arradian.
Dalam dunia otomotif, pemahaman mengenai jenis-jenis mobil hybrid sering kali membingungkan. Banyak masyarakat yang keliru dalam mengidentifikasi berbagai jenis mobil ini.
BYD, salah satu produsen otomotif terkemuka, mengklasifikasikan mobil hybrid ke dalam empat kategori utama. Keempat kategori ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang teknologi yang digunakan dalam masing-masing jenis mobil.
Mengenal Berbagai Tipe Mobil Hybrid di Pasaran Saat Ini
Sering kali orang menyebut semua mobil hybrid sebagai kendaraan yang ramah lingkungan tanpa memerhatikan perbedaannya. Mobil hybrid dapat dibedakan berdasarkan sumber tenaga dan teknologi yang digunakan.
Ada tipe ICE (Internal Combustion Engine) yang merupakan mobil bensin murni dengan konsumsi bahan bakar tinggi dan emisi gas buang yang juga tinggi. Tipe ini merupakan yang paling tradisional dan tidak mengalami perubahan teknologi yang signifikan.
Sebaliknya, jenis HEV (Hybrid Electric Vehicle) menggunakan kombinasi mesin bensin dan motor listrik untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Mesin bensin dan motor listrik bekerja secara bergantian sesuai kebutuhan pengemudi.
Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Tipe Mobil Hybrid
Ketika memilih mobil hybrid, penting untuk memahami kelebihan serta kekurangannya. Tipe PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) misalnya, dapat diisi ulang baik di SPBU maupun SPKLU untuk meningkatkan jarak tempuh hingga 100 km.
Sementara itu, BEV (Battery Electric Vehicle) menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mengurangi emisi secara signifikan. Mobil listrik penuh ini mengandalkan baterai dan tidak mengeluarkan emisi gas buang sama sekali.
Meskipun setiap tipe memiliki kelebihan, mereka juga memiliki kekurangan. Misalnya, PHEV memiliki biaya pemeliharaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mobil bensin konvensional.
Teknologi Dual Mode: Inovasi yang Mengubah Cara Berkendara
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah teknologi Dual Mode milik BYD, yang dikategorikan sebagai PHEV. Teknologi ini menawarkan empat mode kerja yang dapat dipilih oleh pengemudi sesuai dengan kebutuhan.
Mode EV digunakan saat baterai terisi antara 25-100 persen, memungkinkan kendaraan menempuh jarak hingga ±110 km menggunakan motor listrik semata. Ini menjadi solusi yang efisien untuk perjalanan sehari-hari.
Dalam mode HEV Series, kendaraan hanya mengandalkan mesin untuk mengisi baterai, dan hanya motor listrik yang menggerakkan roda. Ini cocok untuk kondisi lalu lintas yang tidak membutuhkan tenaga besar.

