loading…
Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2021-2026 resmi demisioner. Hal ini diungkapkan oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Momen tersebut menandai berakhirnya masa tugas pengurus yang ada saat ini dan membuka jalan bagi kepengurusan yang baru.
Kiai Miftachul berharap pengabdian mereka selama masa khidmah dapat dijadikan sebagai amanah yang menggerakkan seluruh warga Nahdliyin. Dia juga sangat mengharapkan peralihan kepengurusan ini dapat berlangsung dengan lancar dan membawa manfaat bagi umat.
Di saat bersamaan, Kiai Miftachul juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak. Dia mengakui bahwa selama kepengurusan, masih banyak hal yang belum dapat diselesaikan dengan sempurna.
Penyampaian Resmi Demisioner PBNU 2021-2026
Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, KH Miftachul Akhyar menyatakan, “Semoga masa khidmah kami semuanya betul-betul menjadi sebuah amanah.” Pidato ini menegaskan tanggung jawab yang diemban oleh pengurus selama periode tersebut.
Rais Aam PBNU juga mengingatkan anggotanya tentang pentingnya introspeksi. Menurutnya, semua kesalahan, kealpaan, dan kekurangan selama masa khidmah harus dijadikan pelajaran untuk kepengurusan selanjutnya.
Dia menjelaskan bahwa pengurus baru perlu mengambil langkah-langkah konkret dalam membangun organisasi. Dengan semangat yang baru, Kiai Miftachul berharap mereka dapat mengatasi berbagai tantangan yang ada.
Harapan untuk Kepengurusan yang Akan Datang
Kiai Miftachul menekankan bahwa pengurus baru haruslah menjadi garda terdepan dalam membawa misi NU. “Kita harus saling membantu dan tetap bersatu dalam visi dan misi yang telah ditetapkan,” tambahnya. Harapan ini menggambarkan pentingnya solidaritas di antara pengurus dan anggota.
Rais Aam PBNU juga mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk turut berperan aktif. Dalam pandangannya, keterlibatan masyarakat sangat krusial untuk kemajuan organisasi dan umat secara keseluruhan.
Dia mengingatkan bahwa masa depan NU bergantung pada generasi saat ini. Melalui pengembangan diri dan peningkatan kapasitas, diharapkan masa depan organisasi akan lebih cerah.
Refleksi atas Masa Khidmah yang Telah Lewat
Melihat kembali perjalanan kepengurusan yang telah berlalu, Kiai Miftachul menyadari akan banyaknya tantangan yang dihadapi. Ia mengingatkan pentingnya mengambil hikmah dari setiap kesulitan yang telah dilalui. Kesadaran akan hal ini menjadi acuan bagi kepengurusan selanjutnya.
Dengan adanya muktamar ini, diharapkan semua pihak dapat mendapatkan pembelajaran yang bermanfaat untuk organisasi. Kegiatan ini tidak hanya sekedar seremonial, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi setiap anggota.
Kiai Miftachul menyerukan perlunya inovasi untuk menghadapi perubahan zaman. Organisasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan masyarakat dan teknologi yang semakin cepat.
