Delegasi Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipimpin oleh Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, baru-baru ini menggelar partisipasi aktif dalam Sidang ke-15 Organisation of Islamic Cooperation Statistical Commission (OIC-StatCom). Kegiatan penting ini berlangsung pada 29-30 September 2026 di Jeddah, Arab Saudi, serta diawali oleh suatu side event yang menarik perhatian.
Dalam forum yang dihadiri oleh pimpinan 57 National Statistical Office (NSO) dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Sonny menyampaikan pandangan serta masukan BPS mengenai pengembangan statistik masa depan. Pertemuan ini berjalan dengan baik sebagai ruang pertukaran pengalaman dan praktik terbaik di antara NSO, mendukung pengembangan statistik resmi negara serta ekosistem data nasional dan internasional secara efektif.
Di samping itu, Wakil Kepala BPS RI turut didampingi oleh pihak Konsulat Jenderal RI di Jeddah. Mereka juga melaksanakan sejumlah pertemuan bilateral, yang menghasilkan kesepakatan kerja sama dalam pengembangan statistik dengan beberapa pimpinan lembaga statistik, termasuk Presiden Turkish Statistical Institute dan Presiden General Authority for Statistics Arab Saudi.
Importance of Statistical Development Among OIC Member States
Dalam sidang tersebut, pentingnya pengembangan statistik di antara negara-negara anggota OKI menjadi pokok bahasan. Sonny Budiutomo menekankan bahwa statistik harus menjadi fondasi untuk setiap kebijakan dan program pembangunan. Dengan demikian, pengumpulan data yang akurat dan dapat diandalkan menjadi kunci untuk membuat keputusan yang tepat dan berkelanjutan.
Lebih jauh, diskusi mengenai integrasi data antara negara-negara anggota juga diangkat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan harmonisasi yang sejalan dengan kebutuhan masing-masing negara. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas data yang dibutuhkan untuk berbagai keperluan.
Tidak hanya itu, forum ini juga menjadi sarana untuk berbagi pengalaman antara negara-negara anggota terkait inovasi teknologi dalam pengumpulan data. Penerapan metode modern dalam statistik bisa membantu mempercepat proses dan meningkatkan akurasi data yang tersedia.
Collaborative Projects for Better Statistical Practices
Kesepakatan kerja sama yang dihasilkan dari pertemuan ini mencakup banyak aspek penting. Salah satunya adalah pengembangan statistik halal yang semakin diperlukan di era globalisasi ini. Dengan statistik yang tepat, negara-negara anggota dapat memenuhi permintaan pasar halal yang terus meningkat.
Selain itu, penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB) syariah menjadi fokus lain dalam kolaborasi ini. Ini merupakan langkah signifikan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi setiap negara mencerminkan skala dan dampak ekonomi syariah dengan lebih akurat.
Terdapat juga inisiatif untuk menyinkronkan data ekspor-impor, yang bertujuan untuk memperbaiki statistik perdagangan antarnegara anggota. Upaya ini diharapkan akan membantu dalam pengembangan kebijakan yang lebih baik dan efisien dalam perdagangan internasional.
The Role of Technology in Enhancing Statistical Capabilities
Pengenalan teknologi dalam pengembangan statistik menjadi tema menarik dalam diskusi kali ini. Melalui digitalisasi, pengumpulan dan analisis data dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat. Ini menjadi penting di tengah kebutuhan akan data yang real-time untuk pengambilan keputusan.
Teknologi juga berperan dalam meningkatkan aksesibilitas data bagi masyarakat. Dengan penyajian data yang lebih interaktif, masyarakat dapat lebih mudah memahami dan memanfaatkan informasi statistik yang disediakan. Hal ini tentunya seiring dengan visi untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan data.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan seluruh negara anggota membawa perubahan dan mendukung satu sama lain dalam upaya meningkatkan kapasitas statistik masing-masing. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan berlanjut dan semakin berkembang untuk menyokong tujuan bersama.

