loading…
PT Pertamina International Shipping (PIS) aktif dalam memperkuat kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang bernama Ocean LiteraSEA. Sejak diluncurkan pada tahun 2023, program ini sudah menjangkau lebih dari 3.600 siswa di 61 sekolah pesisir.
Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran yang lebih dalam tentang lingkungan laut dan pentingnya menjaga ekosistem bagi generasi mendatang. Melalui program ini, para siswa diberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi penjaga laut yang berkelanjutan di masa depan.
Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menekankan pentingnya mendidik generasi muda tentang tanggung jawab mereka terhadap laut dan sumber daya alam. Dia percaya bahwa program ini merupakan langkah awal untuk mempersiapkan mereka dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.
Peran Ocean LiteraSEA dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan di Sekolah
Program Ocean LiteraSEA sangat berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah pesisir. Di SD Negeri Sarang Tiung, misalnya, siswa telah mulai mengimplementasikan kebiasaan menjaga kebersihan secara mandiri dengan saling mengingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Transportasi pendidikan yang terkait dengan lingkungan terbukti efektif di sekolah tersebut. Guru Kusriati melaporkan bahwa anak-anak bahkan membawa kebiasaan positif ini ke lingkungan keluarga mereka, menciptakan dampak yang lebih luas.
Selain meningkatkan kesadaran lingkungan, program ini juga mengajari siswa pentingnya kolaborasi dalam menjaga kebersihan. Melalui kegiatan yang melibatkan semua siswa, ikatan sosial di antara mereka semakin kuat.
Inovasi Muda dan Pendekatan Terkait Literasi Kelautan
Chairwoman Inovasi Muda, Restu Andini, menegaskan bahwa literasi kelautan memerlukan pendekatan yang lebih holistik. Selain mengenalkan isu-isu lingkungan, penting juga untuk mendorong generasi muda agar mau mengambil tindakan nyata dalam menjaga laut.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami masalah yang ada, tetapi juga aktif terlibat dalam solusi,” kata Restu. Dengan pendekatan ini, generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku dalam menjaga ekosistem laut.
Program ini juga memperkenalkan berbagai peluang keterampilan dan profesi yang berhubungan dengan sektor maritim. Dengan cara ini, anak-anak diajak untuk melihat masa depan mereka dalam konteks yang lebih luas dan dengan lebih banyak pilihan.
Dampak Nyata dari Program Ocean LiteraSEA
Ocean LiteraSEA tidak hanya berfokus pada pendidikan siswa, tetapi juga pada pembekalan guru. Hingga saat ini, program ini telah berhasil menghasilkan 41 guru tersertifikasi yang dapat meneruskan pengetahuan kepada siswa di masa mendatang.
Pentingnya revitalisasi perpustakaan sekolah juga menjadi fokus dalam program ini, dengan sudah terbentuknya 25 perpustakaan yang lebih baik. Hal ini memfasilitasi siswa untuk mengakses bahan bacaan tentang lingkungan dan kelautan lebih mudah.
Sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan laut, program ini juga telah mengumpulkan sekitar 3,86 ton sampah dari area pesisir. Dengan pengelolaan sampah yang efektif, PIS berharap bisa mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
