Subscribe to get Updates
  • Login
Dentisteexpo
  • Hidup Sehat
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Hidup Sehat
  • Kesehatan
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home Hidup Sehat

Pusat Finansial Akan Dibangun di Bali, Ditargetkan Rampung Agustus

mytisc169 by mytisc169
July 11, 2026
in Hidup Sehat
0
Pusat Finansial Akan Dibangun di Bali, Ditargetkan Rampung Agustus
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

loading…

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Pemerintah memastikan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan dibangun di Bali sebagai upaya memperkuat daya saing Indonesia dalam menarik arus modal global. Saat ini, pemerintah tengah menyelesaikan rancangan Peraturan Pemerintah (PP) dan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) PFII sebagai landasan hukum pembentukan kawasan tersebut.

“Di Bali karena kalau bicara mengenai financial center kan bicara juga mengenai lifestyle, dan lifestyle yang relatif tidak terlalu sibuk atau padat. Jadi kita menawarkan seperti di Dubai, di daerah tertentunya tidak terlalu sibuk,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dikutip pada, Sabtu (11/7/2026).

Baca Juga: Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN

Airlangga mengatakan pemerintah menargetkan penyelesaian draf PP sebelum 16 Agustus 2026, sementara pembahasan RUU PFII bersama DPR RI ditargetkan selesai pada 21 Juli 2026. Menurut dia, keberadaan regulasi tersebut menjadi dasar percepatan pembangunan pusat finansial internasional di Indonesia.

Ia menjelaskan pusat keuangan internasional yang sukses umumnya berada di kawasan yang menawarkan lingkungan nyaman, kondusif, dan tidak berada di pusat kota yang padat. Sebagai contoh, Dubai International Financial Centre (DIFC) dinilai berhasil mengintegrasikan kawasan bisnis dengan kualitas lingkungan yang mendukung aktivitas pelaku industri keuangan.

Selain itu, Bali dinilai memiliki keunggulan dari sisi kualitas hidup dan infrastruktur pendukung, termasuk fasilitas kesehatan berstandar internasional di kawasan Sanur. Meski demikian, Airlangga menegaskan kawasan PFII akan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru dan tidak menjadi bagian dari KEK Sanur yang telah beroperasi.

Pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi langkah strategis pemerintah untuk menarik lebih banyak modal asing maupun lokal. Dengan adanya pusat ini, Bali diharapkan dapat bersaing lebih baik dengan pusat-pusat keuangan lainnya di dunia. Keberadaan PFII bukan hanya akan mendatangkan investasi tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

Salah satu alasan pemilihan Bali adalah keunikan pulau tersebut yang menawarkan suasana santai namun tetap profesional. Bali dikenal sebagai destinasi wisata internasional, sehingga diharapkan dapat memberikan daya tarik tambahan bagi para investor dan profesional di sektor keuangan. Pembangunan PFII di Bali diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara perkembangan ekonomi dan pelestarian budaya serta lingkungan.

Mengapa Bali Dipilih Sebagai Lokasi Pusat Finansial Internasional?

Kota-kota besar di dunia seringkali memiliki tantangan berupa kemacetan dan kerumunan penduduk. Bali, dengan suasananya yang lebih tenang, menawarkan lingkungan yang lebih kondusif bagi para pekerja keuangan. Lokasi ini diharapkan menciptakan atmosfer yang lebih produktif serta mendukung gaya hidup yang seimbang.

Di sisi lain, Bali juga memiliki infrastruktur yang terus berkembang untuk mendukung aktivitas bisnis. Bandara internasional dan fasilitas transportasi lainnya terus diperbarui dan diperluas, memastikan aksesibilitas bagi para investor. Dengan demikian, Bali bukan hanya menawarkan keindahan alam tetapi juga kemudahan berbisnis.

Pemerintah juga melihat potensi pariwisata yang bisa diintegrasikan dengan kegiatan bisnis di PFII. Kolaborasi dalam bidang pariwisata dan keuangan dapat menghasilkan inovasi baru dan peluang usaha yang saling menguntungkan. Hal ini menciptakan sinergi positif antara dua sektor yang berbeda tapi saling melengkapi.

Strategi Pengembangan Keuangan yang Berkelanjutan dan Inovatif

Pemerintah berkomitmen untuk membangun PFII dengan pendekatan yang berkelanjutan dan inovatif. Hal ini termasuk penggunaan teknologi terbaru dalam sistem keuangan dan pengelolaan investasi. Di era digital, integrasi teknologi dalam keuangan menjadi sangat penting untuk efisiensi dan keamanan.

Seiring dengan peningkatan kesadaran akan dampak lingkungan, aspek keberlanjutan akan menjadi fokus utama dalam perencanaan dan pembangunan. Kawasan PFII akan dirancang dengan mempertimbangkan efisiensi energi dan pengurangan limbah. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan.

Selain itu, pemerintah juga akan memfasilitasi program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan sektor keuangan. Investasi dalam pendidikan dan pelatihan ini akan memastikan bahwa tenaga kerja lokal siap bersaing dan berkontribusi secara maximal di pusat keuangan baru ini.

Harapan Masyarakat Terhadap Pusat Finansial Internasional di Bali

Masyarakat Bali memiliki harapan besar terhadap keberadaan PFII. Mereka percaya bahwa pembangunan ini dapat menciptakan banyak peluang baru bagi ekonomi lokal. Dengan adanya lapangan kerja baru, diharapkan taraf hidup masyarakat dapat meningkat secara keseluruhan.

Di samping itu, masyarakat juga berharap agar keberadaan PFII tidak mengabaikan warisan budaya dan lingkungan Bali. Mempertahankan nilai-nilai lokal sambil beradaptasi dengan modernitas menjadi tantangan dan peluang tersendiri. Keseimbangan antara keduanya sangat penting untuk masa depan Bali.

Terakhir, partisipasi masyarakat dalam pembangunan PFII juga diharapkan menjadi komponen yang tak terpisahkan. Melibatkan masyarakat dalam setiap tahap pembangunan akan meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab. Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya menjadi penonton tetapi juga menjadi bagian dari sejarah baru yang sedang dibangun.

Tags: AgustusAkanBaliDibangunDitargetkanFinansialPusatRampung
Previous Post

Tambahan Upah Pungut Kae Ono Tho Jadi Kode Bupati Etik Suryani Peras Pegawai BPKAD

Next Post

Don Ritto Ditetapkan Tersangka Korupsi Menjerat Eks Jampidsus, Ditahan di Rutan Polda

mytisc169

mytisc169

Next Post
Don Ritto Ditetapkan Tersangka Korupsi Menjerat Eks Jampidsus, Ditahan di Rutan Polda

Don Ritto Ditetapkan Tersangka Korupsi Menjerat Eks Jampidsus, Ditahan di Rutan Polda

Berita Terbaru

  • Don Ritto Ditetapkan Tersangka Korupsi Menjerat Eks Jampidsus, Ditahan di Rutan Polda
  • Pusat Finansial Akan Dibangun di Bali, Ditargetkan Rampung Agustus
  • Tambahan Upah Pungut Kae Ono Tho Jadi Kode Bupati Etik Suryani Peras Pegawai BPKAD
  • Bahaya Jabatan dalam Mencari Kesuksesan yang Tak Berujung
  • Peningkatan Kualitas SDM Syarat Penting Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
  • Sample Page

© 2026 dentisteexpo.com. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Hidup Sehat
  • Kesehatan

© 2026 dentisteexpo.com. All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In