loading…
Ekonom mengingatkan adanya sejumlah risiko dari pelaksanaan program rekening gratis dengan saldo Rp50 ribu, meski ada juga sejumlah dampak positif. Foto/Dok
JAKARTA – Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,28 triliun untuk program satu orang satu rekening yang menyasar 25 juta masyarakat. Namun, ekonom mengingatkan adanya sejumlah risiko dari pelaksanaan program rekening gratis dengan saldo Rp50 ribu itu, mulai dari penyalahgunaan rekening untuk aktivitas ilegal hingga potensi inflasi.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti mengatakan, program tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif apabila tidak dibarengi dengan pengawasan yang ketat. Salah satunya risiko rekening tidak aktif atau dormant yang dapat disalahgunakan untuk aktivitas ilegal.
“Potensi penyalahgunaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan adanya risiko rekening tidak aktif atau disalahgunakan untuk aktivitas ilegal seperti judi online dan pinjaman online ilegal jika pengawasannya lemah,” kata Esther saat dihubungi, Sabtu (24/10/2026).
Baca Juga: Buka Rekening Gratis 25 Juta Warga Desil 1-4, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,28 Triliun
https://www.youtube.com/watch?v=J3c4c3Hrw
Program rekening gratis ini diharapkan dapat memberikan akses keuangan kepada masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari sistem perbankan. Dengan adanya saldo awal Rp50 ribu, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah bertransaksi dan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Namun, keberhasilan program ini tergantung pada pemahaman masyarakat serta kepatuhan terhadap peraturan yang ada.
Pemerintah ingin memastikan bahwa akses keuangan tidak hanya terfokus pada lapisan masyarakat tertentu, namun dapat menyentuh semua kalangan. Meskipun program ini memiliki potensi yang positif, banyak yang meragukan efektivitasnya jika tidak ada edukasi serta pengawasan yang memadai.
Keberadaan rekening gratis dengan saldo Rp50 ribu juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mulai menabung. Dengan menyimpan dana di bank, masyarakat bisa mendapatkan berbagai manfaat, seperti akses ke pinjaman dengan bunga lebih rendah. Namun, jika tidak ada pengawasan yang ketat, rekening ini bisa disalahgunakan untuk berbagai tujuan yang tidak sesuai.
Menimbang Risiko dan Manfaat Program Rekening Gratis
Saat peluncuran program, antusiasme masyarakat cukup tinggi, namun harus diperhatikan adanya risiko yang mengintai. Beberapa ekonom menilai bahwa potensi penyalahgunaan rekening perlu dikhawatirkan, apalagi bagi mereka yang tidak familiar dengan produk finansial. Edukasi menjadi kunci dalam melindungi masyarakat dari risiko ini.
Terlebih lagi, keberadaan rekening yang tidak aktif dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan untuk aktivitas ilegal. Dalam hal ini, OJK memiliki peran penting untuk memberikan pengawasan dan memastikan program ini berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Selain itu, ada kemungkinan rekening yang seharusnya digunakan untuk transaksi ekonomi justru mengarah pada praktik yang merugikan seperti judi online. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menjalankan program yang sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan.
Adanya program ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat, tetapi juga perlu disertai dengan dukungan infrastruktur dan regulasi yang kuat. Dalam hal ini, sinergi antara pemerintah, OJK, dan lembaga keuangan lainnya menjadi penting untuk menciptakan ekosistem yang aman.
Konsumen harus diberikan informasi yang jelas dan edukasi yang tepat mengenai cara menggunakan rekening tersebut. Hal ini penting agar masyarakat bisa memanfaatkan rekening gratis ini secara maksimal tanpa terjebak dalam praktik yang merugikan.
Pentingnya Edukasi Keuangan dalam Program Ini
Edukasi keuangan merupakan aspek yang tak bisa dikesampingkan dalam pelaksanaan program ini. Tanpa pemahaman yang memadai, masyarakat berisiko mengalami kerugian yang lebih besar. Oleh karena itu, pemerintah dan lembaga keuangan harus bekerja sama dalam memberikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Sosialisasi mengenai cara penggunaan rekening dan manfaat dari produk keuangan harus dilakukan secara masif. Dengan demikian, masyarakat bisa memahami keuntungan serta risiko yang ada, sehingga mampu membuat keputusan yang tepat saat menggunakan layanan keuangan.
Cara penyampaian informasi juga perlu diperhatikan. Penggunaan media yang tepat dan mudah dipahami akan membantu masyarakat, khususnya yang berasal dari latar belakang ekonomi rendah, untuk lebih memahami produk keuangan yang ditawarkan.
Melalui edukasi keuangan yang baik, masyarakat tidak hanya belajar tentang cara menggunakan rekening, tetapi juga pentingnya menabung dan merencanakan keuangan. Hal ini tentunya akan berdampak positif bagi perekonomian secara keseluruhan.
Dengan memberikan pengetahuan yang cukup, diharapkan masyarakat bisa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan keuangan. Ini adalah langkah penting dalam mencapai tujuan inklusi keuangan yang diinginkan oleh pemerintah.
Mempersiapkan Strategi Pengawasan yang Efektif
Sebagai jaminan agar program ini berhasil, strategi pengawasan yang efektif harus disiapkan. OJK, sebagai lembaga pengawas, memiliki tanggung jawab dalam memastikan bahwa tidak ada penyalahgunaan rekening yang terjadi. Diperlukan pengaturan yang jelas untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.
Pengawasan bukan hanya sekedar tindakan pasif, tetapi harus melibatkan aktifnya masyarakat untuk melaporkan jika melihat praktik yang tidak sesuai. Partisipasi aktif ini penting agar ekosistem keuangan tetap sehat dan aman bagi semua pihak.
Selain itu, teknologi juga bisa dimanfaatkan dalam pengawasan. Dengan menggunakan sistem yang canggih, transaksi bisa dipantau dan jika ada yang mencurigakan dapat segera ditindaklanjuti. Ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program rekening gratis ini.
Penting bagi semua pihak untuk bersinergi dalam mencapai tujuan bersama. Masyarakat juga harus dilibatkan dalam proses pengawasan, agar mereka merasa memiliki tanggung jawab dalam menjaga integritas program ini.
Secara keseluruhan, program rekening gratis ini merupakan langkah positif menuju inklusi keuangan, tetapi harus diimbangi dengan edukasi dan pengawasan yang baik. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat secara keseluruhan.

