loading…
Peneliti LPEM FEB UI Teuku Riefky juga mengingatkan, bahwa tekanan ekonomi tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas sosial apabila tidak diantisipasi dengan baik. Foto/Dok
Situasi ekonomi saat ini menghadapkan banyak negara pada tantangan-tantangan besar. Tekanan global beragam, dari ketegangan politik hingga tantangan di dalam negeri, membuat stabilitas ekonomi menjadi lebih sulit dicapai.
Dalam konteks Indonesia, berbagai faktor dari luar dan dalam negeri saling berinteraksi. Hal ini menciptakan kompleksitas dalam penanganan kondisi ekonomi yang ada.
Penyebab Perlambatan Ekonomi Global dan Dampaknya
Penyebab perlambatan ekonomi global tidak bisa dianggap sepele. Ketegangan geopolitik yang terus meningkat, seperti konflik di Timur Tengah, telah mengubah dinamika pasar secara signifikan.
Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi harga energi, tetapi juga menyebabkan keraguan investor untuk melakukan investasi di pasar negara berkembang. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan mengalami revisi yang buruk.
Dalam laporan terbaru yang dikeluarkan oleh IMF, proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi sekitar 3,0% pada tahun 2026. Angka ini merefleksikan berbagai tantangan yang dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia.
Dengan situasi ini, neraca perdagangan negara berkembang diperkirakan akan tertekan. Ini adalah peringatan bahwa ketidakpastian eksternal bisa membawa dampak yang lebih serius bagi perekonomian domestik.
Situasi ini dapat memicu lonjakan inflasi yang berkepanjangan serta memperburuk kondisi nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Risiko yang Dihadapi Indonesia dalam Lingkungan Ekonomi Global
Risiko eksternal bagi Indonesia cukup mencolok dan perlu perhatian serius. Konflik yang sedang berlangsung tidak hanya mengganggu pasokan energi tetapi juga berpotensi meningkatkan biaya logistik internasional.
Kenaikan biaya logistik ini berimplikasi pada inflasi impor yang lebih tinggi. Inflasi yang meningkat tentunya akan memberi tekanan lebih pada perekonomian domestik.
Di sisi lain, jika Komoditas yang dihasilkan dalam negeri tidak dapat bersaing di pasar internasional, ini akan mengakibatkan kerugian di sektor ekonomi. Berbagai faktor ini mengindikasikan bahwa ada banyak tantangan yang menunggu untuk diatasi.
Rendahnya daya saing juga menjadi tantangan, terutama bagi sektor-sektor yang sangat bergantung pada ekspor. Tanpa langkah proaktif, sektor ini berisiko menghadapi stagnasi yang berkepanjangan.
Melihat ketidakpastian ini, penting bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang dapat membantu memitigasi risiko yang ada.
Fundamental Ekonomi Domestik dan Tantangannya
Dari sisi domestik, fundamental makroekonomi Indonesia masih menunjukkan tanda-tanda yang relawan. Meskipun tampaknya cukup stabil, sejumlah tantangan tetap menghadang, terutama di sektor tenaga kerja.
Tantangan utama yang sekarang dihadapi adalah menciptakan lapangan kerja formal yang berkualitas. Angka pengangguran di kalangan usia produktif masih menjadi masalah yang patut dicermati.
Juga, meningkatnya angka pengangguran ini diikuti oleh bertambahnya jumlah kelompok rentan di masyarakat. Ini pada gilirannya dapat berdampak pada daya beli masyarakat yang semakin tertekan.
Melihat perlambatan di sektor manufaktur, banyak tenaga kerja beralih ke sektor informal. Peralihan ini menandakan bahwa ekonomi rumah tangga semakin rentan.
Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan yang sesuai untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih baik dan meningkatkan produktivitas di sektor domestik.

