loading…
Iran ingin bentuk dewan keamanan bersama Iran dan Arab Saudi. Foto/X
RIYADH – Irak mengusulkan pembentukan dewan keamanan bersama antara Iran dan Arab Saudi, sebagai langkah untuk membangun kembali hubungan yang telah lama tegang. Dalam pernyataan yang disampaikan oleh seorang pejabat senior Irak, masalah utama antara kedua negara adalah adanya “krisis kepercayaan,” yang menjadi penghalang dalam upaya untuk kerja sama yang lebih kuat.
Qasim al-Araji, yang mejabat sebagai penasihat keamanan nasional bagi perdana menteri Irak, menegaskan bahwa Baghdad telah menyampaikan secara resmi usulan tersebut kepada kedua negara, yaitu Teheran dan Riyadh. Menurutnya, upaya semacam ini sangat penting dalam konteks stabilitas dan keamanan di kawasan.
Al-Araji menambahkan bahwa masalah krisis kepercayaan ini memerlukan perhatian dan solusi yang mendalam. Sayangnya, dia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai mekanisme atau struktur dewan yang diusulkan, sementara baik Iran maupun Arab Saudi belum memberikan tanggapan mengenai hal tersebut.
Mengapa Iraq Mempertimbangkan Pembentukan Dewan Keamanan Bersama?
Irak merasa perlu untuk menciptakan forum dialog antara Iran dan Arab Saudi demi mencapai stabilitas di kawasan. Penasihat keamanan nasional itu menyebutkan bahwa kerjasama vital ini dapat mengurangi ketegangan yang telah berlangsung lama. Ketegangan antara Iran dan Arab Saudi telah mengganggu perdamaian regional dan mengarah pada konflik yang berkepanjangan.
Salah satu alasan penting di balik usulan ini adalah kebutuhan untuk mencegah potensi konflik terbuka. Dalam situasi di mana ketidakpastian meningkat, memiliki platform untuk berbicara dan bernegosiasi menjadi sangat penting. Dalam konteks ini, Irak berperan sebagai mediator yang potensial antara dua kekuatan utama di Timur Tengah.
Seiring meningkatnya ketegangan di kawasan, stabilitas Irak menjadi semakin rentan. Oleh karena itu, Bagdad merasa penting untuk turut aktif mencari solusi. Dialog dan kolaborasi antara Iran dan Arab Saudi dapat berfungsi sebagai landasan untuk pemecahan masalah yang lebih besar di tingkat regional.
Isu Senjata dan Kontrol Keamanan di Irak
Al-Araji juga menyampaikan pentingnya upaya untuk menempatkan persenjataan di bawah kontrol negara. Ia menyebutkan bahwa keputusan tersebut adalah “keputusan strategis murni Irak” dan menekankan bahwa kekuasaan untuk memutuskan tentang perang dan damai sepenuhnya berada di tangan negara Irak. Hal ini menunjukkan komitmen Irak untuk mengambil alih kontrol terhadap keamanan nasionalnya.
Sebelumnya, pada tanggal 3 Juni, militer Irak mengumumkan pembentukan komite yang bertugas melakukan pengendalian terhadap persenjataan. Langkah ini sebagai bentuk respon terhadap tantangan keamanan yang mendalam, mengingat keberadaan berbagai faksi bersenjata di dalam maupun di luar struktur resmi angkatan bersenjata Irak.
Komite ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam menata ulang keamanan dalam negeri. Dengan kontrol yang lebih baik terhadap persenjataan, Irak berharap untuk mengurangi kekerasan dan ketidakstabilan, serta meredakan ketegangan yang ada.
Diskusi dengan Pemimpin Arab Saudi tentang Ketegangan Regional
Usulan pembentukan dewan keamanan bersama ini muncul setelah pertemuan antara Menteri Luar Negeri Irak, Fuad Hussein, dan rekannya dari Arab Saudi, Faisal bin Farhan. Dalam pertemuan tersebut, mereka menekankan perlunya meredakan eskalasi dan menyelesaikan konflik secara damai. Dialog semacam ini menunjukkan adanya kesadaran akan tantangan yang dihadapi kawasan.
Langkah ini bukan hanya menunjukkan upaya Irak untuk menjadi mediator yang konstruktif, tetapi juga menggambarkan perubahan positif dalam diplomasi di kawasan. Dengan mengutamakan dialog dan kerja sama, diharapkan dapat tercipta kondisi yang lebih stabil bagi kedua negara dan regional secara umum.
Penting untuk dicatat bahwa ketegangan yang berkepanjangan antara kedua negara telah menyebabkan kerugian yang besar, baik secara ekonomi maupun kemanusiaan. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk hadir dalam satu meja perundingan demi mencapai solusi yang berkelanjutan.

